Menu

KPR
FAQ
 
 
 

Cara Menghitung KPR Rumah Subsidi 2026: Rumus, Simulasi, dan Tabel Angsuran

 
Pembiayaan Properti

Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), memiliki hunian pribadi seringkali terasa seperti mimpi yang sulit dicapai di tengah kenaikan harga properti yang pesat. Namun, program pemerintah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau yang lebih dikenal dengan KPR Subsidi menjadi angin segar. Program ini menawarkan suku bunga rendah dan angsuran yang sangat terjangkau. Meski demikian, sebelum mengajukan permohonan ke bank, sangat penting bagi Anda untuk memahami cara menghitung kpr rumah subsidi agar dapat mengukur kemampuan finansial keluarga secara akurat.

Banyak calon pembeli rumah terjebak dalam kebingungan karena tidak mengetahui komponen apa saja yang membentuk nominal angsuran bulanan mereka. Apakah hanya harga rumah dibagi tenor? Tentu tidak sesederhana itu. Ada variabel bunga, uang muka, dan biaya asuransi yang perlu diperhitungkan. Sebagai langkah awal untuk memahami dasar-dasar kalkulasi kredit perumahan secara umum, Anda bisa membaca panduan mengenai 3 cara hitung KPR rumah manual excel dan via simulasi. Artikel ini akan mengupas tuntas spesifik mengenai perhitungan rumah subsidi, mulai dari rumus manual, tabel simulasi, hingga biaya-biaya tambahan yang wajib disiapkan.

Apa Itu KPR Subsidi dan Komponen Biayanya?

cara menghitung kpr rumah subsidi 1

gambar hanya sebagai ilustrasi

KPR Subsidi adalah kredit kepemilikan rumah yang mendapat bantuan dari pemerintah berupa subsidi miringan suku bunga dan bantuan uang muka. Sebelum masuk ke rumus hitungan, Anda wajib mengetahui variabel tetap yang berlaku pada KPR Subsidi tahun 2025-2026:

  • Suku Bunga Tetap (Fixed Rate): Sebesar 5% per tahun sampai kredit lunas. Ini berbeda dengan KPR Komersil yang bunganya bisa berubah (floating).
  • Tenor Panjang: Jangka waktu cicilan bisa dipilih mulai dari 10, 15, hingga 20 tahun.
  • Uang Muka (DP) Ringan: Minimal 1% dari harga rumah.
  • Harga Rumah: Dibatasi oleh pemerintah berdasarkan zonasi wilayah (Kisaran Rp 166 juta hingga Rp 240 juta tergantung daerah).

Kepastian suku bunga 5% inilah yang membuat perhitungan rumah subsidi lebih mudah diprediksi dibandingkan rumah komersil. Untuk memahami perbedaan mendasar antara skema bunga tetap ini dengan skema lainnya, Anda dapat menyimak ulasan tentang cara menghitung KPR 2025 dengan fixed floating dan capped rate.

Rumus Menghitung Cicilan KPR Subsidi

Meskipun bank menggunakan sistem anuitas dalam perhitungan detailnya, Anda bisa menggunakan rumus estimasi sederhana untuk mendapatkan gambaran kasar angsuran per bulan. Dalam menerapkan cara menghitung kpr rumah subsidi, Anda perlu mengetahui Plafon Kredit terlebih dahulu.

Rumus Plafon Kredit:
Plafon = Harga Rumah - Uang Muka (DP) - SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka)

Pemerintah biasanya memberikan SBUM senilai Rp 4 juta (untuk wilayah tertentu). Setelah mengetahui plafon, Anda bisa menghitung angsuran pokok ditambah bunga 5% per tahun. Namun, karena perhitungan manual bunga anuitas cukup rumit, penggunaan alat bantu seperti spreadsheet sangat disarankan. Anda bisa melihat tutorial teknisnya pada artikel cara menghitung KPR di Excel menggunakan rumus PMT lengkap dengan gambar.

Tabel Simulasi Angsuran KPR Subsidi 2026

Agar lebih mudah, berikut kami sajikan tabel simulasi angsuran berdasarkan harga rumah subsidi yang umum di pasar (asumsi bunga 5% flat anuitas dan DP 1%):

Studi Kasus 1: Harga Rumah Rp 166.000.000 (Wilayah Jawa & Sumatera)

  • Estimasi Uang Muka (1%): Rp 1.660.000
  • Estimasi Plafon Kredit: Rp 164.340.000
Tenor (Tahun)Estimasi Cicilan per Bulan
10 Tahun Rp 1.750.000
15 Tahun Rp 1.300.000
20 Tahun Rp 1.090.000

Studi Kasus 2: Harga Rumah Rp 185.000.000 (Wilayah Kalimantan & Sulawesi)

  • Estimasi Uang Muka (1%): Rp 1.850.000
  • Estimasi Plafon Kredit: Rp 183.150.000
Tenor (Tahun)Estimasi Cicilan per Bulan
10 Tahun Rp 1.950.000
15 Tahun Rp 1.450.000
20 Tahun Rp 1.210.000

Perlu diingat bahwa tabel di atas adalah estimasi pokok dan bunga. Nilai realisasi bisa sedikit berbeda tergantung kebijakan bank penyalur (Bank BTN, Bank Syariah Indonesia, dll) dan biaya asuransi jiwa/kebakaran yang terkadang dimasukkan ke dalam cicilan. Jika Anda ingin membandingkan dengan skema non-subsidi untuk melihat seberapa besar penghematannya, Anda bisa membaca cara hitung KPR floating dari manual sampai online.

Cara Menghitung KPR Rumah Subsidi 2026: Rumus, Simulasi, dan Tabel Angsuran 63

Biaya Tambahan yang Wajib Disiapkan

Kesalahan fatal pemula saat menerapkan cara menghitung kpr rumah subsidi adalah hanya fokus pada DP dan cicilan. Padahal, ada biaya pra-realisasi yang harus dibayar tunai di awal (Cash). Biaya ini meliputi:

  • Booking Fee (NUP): Biasanya Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 untuk mengamankan blok rumah.
  • Biaya Administrasi Bank: Sekitar Rp 250.000 - Rp 500.000.
  • Biaya Provisi: 0.5% dari plafon kredit.
  • Biaya Notaris: Untuk pengurusan Akta Jual Beli dan Balik Nama (Rp 2.000.000 - Rp 4.000.000 tergantung daerah).
  • BPHTB (Pajak Pembeli): Rumusnya: 5% x (Harga Rumah - Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak). Beberapa daerah memberikan diskon BPHTB untuk rumah subsidi.
  • Saldo Blokir: Bank biasanya mewajibkan pengendapan dana sebesar 1-2 kali angsuran di rekening.

Total biaya tambahan ini bisa mencapai Rp 5 juta hingga Rp 10 juta di luar Uang Muka. Pastikan tabungan Anda mencukupi untuk pos ini.

Menggunakan Kalkulator KPR Online

Untuk hasil yang lebih presisi, sangat disarankan menggunakan fitur simulasi yang disediakan oleh bank penyalur. Bank BTN sebagai penyalur terbesar KPR Subsidi memiliki alat hitung yang sangat akurat. Anda bisa melihat panduan penggunaannya pada artikel contoh perhitungan KPR menggunakan kalkulator dari BTN properti. Dengan alat ini, Anda bisa memasukkan variabel gaji dan pengeluaran untuk melihat apakah Debt Service Ratio (DSR) Anda aman.

Syarat Agar Hitungan KPR Disetujui Bank

cara menghitung kpr rumah subsidi 2

gambar hanya sebagai ilustrasi

Setelah Anda selesai menghitung dan merasa mampu, pastikan Anda memenuhi syarat mutlak berikut agar pengajuan tidak ditolak:

1. Batasan Gaji
Penghasilan pokok maksimal pemohon adalah Rp 8.000.000 per bulan (untuk rumah tapak). Jika gaji Anda di atas itu, Anda tidak berhak menerima subsidi dan harus mengambil KPR Komersil.

2. Belum Memiliki Rumah
Anda dan pasangan belum pernah memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah sebelumnya.

3. BI Checking (SLIK OJK) Aman
Pastikan tidak ada kredit macet di pinjaman online (Pinjol), kartu kredit, atau leasing motor. Ini adalah syarat vital yang sering menggugurkan calon debitur.

Untuk informasi resmi mengenai batasan harga dan zonasi rumah subsidi terbaru, Anda dapat merujuk pada situs resmi Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PUPR.

Memahami cara menghitung kpr rumah subsidi secara mandiri memberikan Anda kekuatan negosiasi dan perencanaan yang lebih baik. Anda tidak akan mudah tergiur oleh marketing yang hanya menyebutkan DP Nol Rupiah tanpa menjelaskan biaya akad lainnya. Rumah subsidi adalah hak setiap warga negara yang memenuhi syarat, pastikan Anda mengambil kesempatan ini dengan persiapan finansial yang matang.

Ingin mencari lokasi rumah subsidi terbaik di kota Anda atau butuh bantuan menghitung simulasi KPR secara langsung?

Temukan ribuan listing properti terverifikasi dan agen profesional yang siap membantu Anda di Brighton. Kunjungi laman properti dijual di Brighton dan perluas wawasan properti Anda melalui halaman artikel kami sekarang juga!

 

Topik

ListTagArticleByNews