Syarat Top Up KPR BTN: Cara Daftar, Dokumen, dan Biayanya
Penulis: Editor Brighton
Memiliki rumah bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga tentang investasi aset yang nilainya terus bertumbuh seiring waktu. Bagi Anda nasabah Bank Tabungan Negara (BTN) yang sudah menjalani masa cicilan KPR selama beberapa tahun, Anda memiliki keuntungan tersembunyi yang bisa dimanfaatkan saat membutuhkan dana mendesak. Baik itu untuk renovasi rumah agar lebih nyaman, biaya pendidikan anak, atau kebutuhan modal usaha, fasilitas Top Up KPR bisa menjadi solusi cerdas. Namun, banyak nasabah yang masih bingung mengenai apa saja syarat top up kpr btn yang harus dipenuhi agar pengajuan disetujui. Sebelum melangkah lebih jauh ke kantor cabang, ada baiknya Anda memahami mekanisme dasarnya melalui panduan mengenai cara top up KPR BTN simak cara dan tipsnya dibawah ini ya. Artikel ini akan mengupas tuntas persyaratan, proses, hingga biaya yang perlu disiapkan agar Anda bisa mendapatkan dana tambahan dengan memanfaatkan aset properti yang Anda miliki.
Apa Itu Top Up KPR BTN dan Mengapa Menguntungkan?
Top Up KPR adalah fasilitas penambahan limit kredit atau plafon pinjaman yang diberikan bank kepada debitur existing (nasabah yang sedang berjalan KPR-nya). Nilai penambahan ini didasarkan pada kenaikan harga pasar (market value) aset rumah yang dijadikan agunan dan sisa pokok hutang yang sudah berkurang. Sederhananya, jika harga rumah Anda saat ini naik dibandingkan saat akad awal, dan hutang Anda sudah berkurang, selisih nilai tersebut bisa dicairkan kembali dalam bentuk uang tunai.
Mengapa banyak orang memilih jalur ini dibandingkan pinjaman lain seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau Pinjaman Online? Jawabannya terletak pada suku bunga dan tenor. Top Up KPR menawarkan bunga yang jauh lebih rendah karena menggunakan agunan properti, serta jangka waktu pembayaran yang bisa diperpanjang menyesuaikan sisa tenor KPR. Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang keuntungan menjadi nasabah BTN dalam artikel 6 manfaat KPR BTN yang bisa kamu manfaatkan lho.
Daftar Syarat Top Up KPR BTN Secara Umum
gambar hanya sebagai ilustrasi
Bank BTN menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit tambahan. Agar permohonan Anda tidak ditolak, pastikan Anda memenuhi kriteria dasar berikut ini:
1. Masa Kredit Berjalan (Seasoning Period)
Bank biasanya mensyaratkan masa kredit sudah berjalan minimal selama jangka waktu tertentu. Untuk BTN, umumnya nasabah harus sudah mengangsur minimal 2 tahun (24 bulan) hingga 5 tahun. Hal ini untuk membuktikan rekam jejak pembayaran nasabah.
2. Riwayat Pembayaran Lancar (Collectability)
Ini adalah syarat mutlak. Selama masa kredit berjalan, Anda tidak boleh memiliki riwayat tunggakan atau pembayaran yang sering terlambat. Status kolektibilitas Anda harus Lancar (Kol 1). Bank akan mengecek data ini melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.
3. Tidak Ada Tunggakan di Bank Lain
Selain lancar di BTN, pastikan Anda juga tidak memiliki kredit macet di bank atau lembaga keuangan lain (kartu kredit, kredit kendaraan, paylater). Kebersihan data kredit Anda adalah kunci utama persetujuan.
4. Kemampuan Bayar (Debt Service Ratio)
Penambahan plafon berarti penambahan cicilan bulanan. Bank akan menghitung ulang rasio hutang Anda. Total cicilan (KPR lama + Top Up + hutang lain) idealnya tidak boleh melebihi 30% hingga 40% dari penghasilan bulanan bersih (Take Home Pay) saat ini.
5. Objek Agunan Masih Layak
Kondisi fisik rumah harus tetap baik dan layak huni. Selain itu, rumah tidak sedang dalam sengketa hukum. Lokasi rumah juga mempengaruhi, kenaikan nilai aset di daerah berkembang akan memberikan peluang pencairan dana Top Up yang lebih besar.
Kelengkapan Dokumen Persyaratan Top Up
Administrasi adalah gerbang pertama dalam proses pengajuan syarat top up kpr btn. Siapkan dokumen-dokumen berikut dalam map yang rapi sebelum datang ke bank:
Dokumen Pribadi
- Fotokopi KTP Pemohon (Suami dan Istri jika sudah menikah).
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
- Fotokopi Surat Nikah atau Surat Cerai.
- Fotokopi NPWP Pribadi.
Dokumen Penghasilan (Karyawan)
- Surat Keterangan Kerja (Asli) dari perusahaan tempat bekerja saat ini.
- Slip Gaji 3 bulan terakhir (Asli/Legalisir).
- Fotokopi Rekening Koran Tabungan 3 bulan terakhir (untuk melihat alur gaji).
- SK Pengangkatan Pegawai Tetap (jika diminta).
Dokumen Penghasilan (Wiraswasta/Profesional)
- Legalitas Usaha (SIUP, TDP, NIB, Akta Pendirian).
- Laporan Keuangan Usaha minimal 1-2 tahun terakhir.
- Rekening Koran Usaha 6 bulan terakhir.
- Foto tempat usaha.
Dokumen Agunan
- Fotokopi Sertifikat Hak Milik (SHM) atau HGB (biasanya bank sudah memegang yang asli, tapi Anda perlu membawa fotokopinya jika ada).
- Fotokopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau PBG.
- Fotokopi PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) tahun terakhir yang sudah lunas.
Proses Pengajuan dan Penilaian (Appraisal)
Setelah dokumen lengkap, proses selanjutnya adalah penilaian ulang aset atau Re-Appraisal. Ini adalah tahap krusial yang menentukan berapa dana yang bisa cair.
Bank BTN akan menunjuk tim penilai independen (KJPP) atau tim internal untuk mensurvei rumah Anda. Mereka akan menilai harga pasar rumah saat ini. Nilai pencairan Top Up biasanya dihitung dengan rumus:
(Nilai Appraisal Baru x LTV %) - Sisa Pokok Hutang Saat Ini = Dana Top Up yang Cair
Misalnya, Nilai Appraisal Baru Rp 800 Juta. Bank memberikan LTV (Loan to Value) 80%, artinya maksimal kredit Rp 640 Juta. Jika sisa hutang pokok Anda tinggal Rp 400 Juta, maka potensi dana Top Up yang bisa cair adalah Rp 240 Juta.
Biaya-Biaya yang Muncul dalam Proses Top Up
Perlu diingat bahwa proses ini tidak gratis. Ada biaya-biaya yang biasanya akan dipotong langsung dari dana pencairan Top Up. Anda harus memperhitungkan ini agar tidak kaget saat menerima dana bersih.
- Biaya Provisi: Biasanya 1% dari plafon Top Up yang disetujui.
- Biaya Administrasi: Biaya pengurusan berkas bank.
- Biaya Appraisal: Biaya untuk jasa penilai aset (dibayar di muka).
- Biaya Notaris: Untuk pembuatan addendum perjanjian kredit dan pengikatan hak tanggungan baru (SKMHT/APHT).
- Biaya Asuransi: Asuransi Jiwa (Top Up) dan Asuransi Kebakaran untuk nilai bangunan yang baru.
Tips Agar Pengajuan Top Up Disetujui
gambar hanya sebagai ilustrasi
Tidak semua pengajuan Top Up diterima. Berikut strategi agar peluang Anda lebih besar:
1. Cek Sendiri Kualitas Kredit Anda
Sebelum mengajukan, lakukan pengecekan mandiri apakah pembayaran Anda bulan-bulan sebelumnya lancar. Anda bisa memanfaatkan teknologi digital untuk memantau status ini, seperti yang dijelaskan dalam panduan 9 cara cek tunggakan KPR BTN mulai secara online dan offline. Jika ada denda yang belum terbayar, segera lunasi.
2. Pastikan Kenaikan Gaji Signifikan
Top Up berarti cicilan naik. Bank harus yakin gaji Anda saat ini cukup untuk menutup cicilan baru tersebut. Sertakan bukti kenaikan gaji atau penghasilan tambahan jika ada.
3. Rawat Kondisi Rumah
Rumah yang terawat, catnya bersih, dan tidak bocor akan memiliki nilai appraisal lebih tinggi dibandingkan rumah yang terlihat kumuh.
4. Jangan Mengajukan Kredit Lain Secara Bersamaan
Jika dalam waktu dekat Anda mengajukan kredit mobil atau KTA di bank lain, tahan dulu. Pengajuan kredit yang agresif di banyak tempat akan menurunkan skor kredit Anda.
Kemudahan Pembayaran Angsuran Setelah Top Up
Setelah pengajuan Top Up disetujui, cicilan bulanan Anda akan berubah (biasanya naik). Pastikan Anda memiliki kedisiplinan tinggi dalam membayar angsuran baru ini. Di era digital saat ini, BTN memberikan kemudahan pembayaran melalui berbagai kanal, termasuk dompet digital. Bagi Anda pengguna e-wallet, simak tutorial cara bayar KPR BTN lewat DANA untuk kemudahan transaksi tanpa harus ke ATM.
Alternatif Jika Top Up Ditolak
Jika pengajuan Top Up Anda ditolak, jangan berkecil hati. Masih ada opsi lain seperti Take Over ke bank lain yang mungkin menawarkan plafon lebih tinggi, atau mengajukan Kredit Renovasi Rumah (KRR) secara terpisah jika tujuannya spesifik untuk perbaikan.
Untuk informasi regulasi perbankan yang lebih mendalam terkait kredit properti, Anda bisa merujuk pada situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Memenuhi syarat top up kpr btn memang membutuhkan persiapan dokumen dan kondisi finansial yang sehat. Namun, manfaat yang didapatkan berupa dana segar dengan bunga rendah sangat layak diperjuangkan. Pastikan Anda menggunakan dana Top Up tersebut untuk kebutuhan yang produktif atau meningkatkan nilai aset, seperti renovasi rumah, agar hutang tersebut menjadi hutang produktif yang menguntungkan di masa depan.
Butuh bantuan untuk mencari properti baru dengan potensi investasi tinggi atau ingin konsultasi seputar KPR?
Temukan ribuan listing properti terverifikasi di seluruh Indonesia dan dapatkan pendampingan dari agen profesional hanya di Brighton. Kunjungi laman properti dijual di Brighton sekarang juga!
Topik
Lihat Kategori Artikel Lainnya