5 Penyebab Turun Plafon KPR Subsidi dan Tips untuk Menghindarinya
Penulis: Editor Brighton
Apakah kamu saat ini tengah mengajukan KPR subsidi? Bagaimana, apakah pengajuan plafonmu disetujui sesuai dengan nominal pengajuan awal atau jadi turun? Penyebab turun plafon KPR subsidi sangat beragam lho! Yuk, simak pembahasan lebih lanjutnya bersama dengan agen properti Brighton berikut ini!
Baca Juga: Lebih Baik KPR atau Pinjam Uang di Bank? Ini Jawabannya
Sekilas Mengenai Turun Plafon KPR
Plafon sendiri merupakan jumlah pinjaman yang disetujui oleh bank, sederhananya plafon adalah batas hutang yang bisa diambil oleh nasabah. Dalam hal KPR, turun plafon berarti jumlah pinjaman yang disetujui lebih kecil dari nominal yang diajukan. Akibatnya, jumlah DP (Down Payment) atau uang muka yang dibayarkan jadi lebih banyak.
Misalnya, Tuan A mengajukan KPR subsidi untuk rumah dengan nilai Rp 166.000.000. Tuan A ingin memberikan DP 10% atau Rp 16.600.000. Jadi, untuk plafon pinjaman yang diajukan oleh Tuan A adalah Rp 149.400.000 (Rp 166.000.000 - Rp 16.600.000).
Sayangnya karena beberapa sebab, plafon yang disetujui oleh bank turun dan batas maksimalnya adalah Rp 140.000.000. Itu artinya Tuan A harus menambah DP-nya untuk menyesuaikan batas plafon yang bisa ia terima yakni dengan memberikan DP Rp 26.600.000 atau lebih besar.
Baca Juga: Contoh Cicilan KPR Rumah, Mulai dari BNI sampai Mandiri
Penyebab Turun Plafon KPR Subsidi
Ada beberapa alasan yang bisa menyebabkan penurunan plafon KPR subsidi, diantaranya adalah:
1. Penghasilan Nasabah yang Kurang Sesuai
Saat menilai kelayakan kredit calon nasabahnya, bank akan mengevaluasi kondisi keuangan nasabah terkait. Pengecekan ini dilakukan dengan melihat data slip gaji atau surat keterangan penghasilan, laporan keuangan khusus untuk nasabah yang berprofesi sebagai pengusaha atau wiraswasta, hingga mutasi rekening koran milik nasabah.
Penghasilan dan arus kas nasabah yang dinilai masih kurang oleh bank bisa jadi salah satu penyebab turun plafon KPR subsidi. Pendapatan yang masih rendah atau arus kas yang tidak teratur membuat bank jadi ragu untuk memberikan KPR dengan plafon yang besar. Pada akhirnya plafon KPR diturunkan, dan nasabah harus menutupnya dengan memberikan uang muka yang lebih besar pula.
Keuntungannya, jumlah angsuran bulananmu bisa jadi lebih kecil karena uang muka yang diberikan juga lebih kecil.
2. Riwayat Keuangan Nasabah yang Dinilai Berisiko
Penyebab turun plafon KPR subsidi kedua adalah riwayat keuangan nasabah yang dinilai berisiko oleh bank. Misalnya kondisi keuangan nasabah yang masih rendah, memiliki banyak hutang berjalan, rasio hutang yang tinggi (>30%), pekerjaan atau usahanya masih kurang stabil, punya history kredit macet, dan lain sebagainya.
Semua faktor diatas akan membuat bank mengevaluasi kembali pengajuan kreditmu. Alhasil, plafon yang disetujui jadi lebih rendah dibandingkan nilai yang diajukan oleh nasabah.
3. Hasil Appraisal pada Rumah KPR yang Lebih Rendah
Penyebab turun plafon KPR subsidi ini berkaitan langsung dengan harga pasar rumah. Saat mengajukan KPR, bank akan melakukan proses appraisal untuk menilai harga rumah terkini. Jika dari hasil appraisal ternyata ditemukan bahwa harga rumah kurang dari plafon pengajuan, maka plafon kreditmu akan diturunkan. Bank tentunya tidak ingin mengambil resiko dengan menerima jaminan yang nilainya lebih rendah dari pinjaman yang diberikan.
Misalnya nih, kamu membeli rumah subsidi XYZ dan mengajukan plafon pinjaman sebesar Rp 150.000.000. Namun, setelah dilakukan proses appraisal nilai pasar rumah tersebut hanyalah Rp 140.000.000, otomatis bank akan menurunkan plafon pinjamannya.
Itupun bukan full 100% senilai harga rumah, melainkan hanya 80-90% (tergantung kebijakan bank) dari nilai appraisal. Pada kasus diatas, maksimal plafon yang bisa diajukan adalah RP 126.000.000. Itu artinya nasabah harus menambah jumlah uang muka untuk menutupi selisih plafon pengajuan dan persetujuan.
4. Adanya Ketidaksesuaian antara Penghasilan dan Riwayat Keuangan Nasabah
Penyebab turun plafon KPR subsidi keempat adalah adanya ketidaksesuaian antara penghasilan dan riwayat keuangan nasabah. Bank akan menilai berkas pengajuan kreditmu secara menyeluruh, terutama yang berkaitan dengan penghasilan dan riwayat keuangan. Adanya ketidaksesuaian antara kedua hal diatas akan membuat pengajuan plafon kreditmu bisa diturunkan.
5. Terlambat Tanda Tangan Akad
Penyebab turun plafon KPR subsidi kelima adalah terlambat menandatangani akad kredit setelah SP3K keluar. SP3K merupakan Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit, surat ini akan diterbitkan oleh bank saat pengajuan KPR nasabah dinyatakan diterima. SP3K juga memiliki masa berlaku sehingga kamu harus menandatangani akad kredit sesegera mungkin setelah SP3K-nya keluar. Keterlambatan penandatanganan akad kredit melewati masa berlaku SP3K bisa jadi salah satu faktor yang membuat plafon KPR subsidimu jadi turun.
Baca Juga: Cara Menghitung Cicilan KPR, By Simulasi Online Otomatis Vs Manual
Tips agar Plafon Subsidi Tidak Turun
Setelah mengetahui beberapa penyebab turun plafon KPR subsidi, kamu bisa menjadikan hal-hal diatas sebagai bahan untuk antisipasi agar plafon yang disetujui sesuai dengan besaran nilai yang kamu ajukan. Berikut ini ada beberapa tips tambahan yang bisa kamu jadikan sebagai referensi:
1. Pastikan Memilih Unit Rumah yang Prospektif
Tips ini berkaitan dengan proses appraisal, dimana semakin bagus hasil appraisal dan semakin tinggi nilai pasar rumah tersebut maka semakin besar pula peluangmu dapat plafon kredit yang tinggi. Pastikan kamu memilih rumah yang prospektif, dalam kondisi new atau baru selesai dibangun agar kondisi fisiknya masih sempurna, dan milik developer perumahan subsidi yang sudah kerjasama dengan bank tujuan.
2. Cek Kondisi Keuangan dan Penghasilan Sebelum Mengajukan KPR
Tips kedua untuk mengantisipasi penyebab turun plafon KPR subsidi adalah dengan mengecek kondisi keuangan dan penghasilan. Makin besar penghasilan bulananmu dan makin bagus kondisi keuangannya, maka makin besar pula plafon yang bisa kamu dapatkan. Bank akan menilaimu sebagai calon nasabah dengan kategori rendah sehingga meningkatkan kepercayaan dari bank tersebut.
3. Lakukan Negosiasi dengan Pihak Bank
Tips selanjutnya untuk menghindari penyebab turun plafon KPR subsidi adalah dengan melakukan negosiasi dengan pihak bank. Pihak bank akan mengevaluasi kembali persetujuan plafon berdasarkan hasil negosiasi yang kamu lakukan. Siapa tahu nih kamu masih punya kesempatan untuk mengajukan penambahan nilai plafon KPR.
Baca Juga: KPR Rumah Bandung: Pengertian, Jenis, Syarat, dan Simulasinya
Sekian pembahasan mengenai penyebab turun plafon KPR subsidi dan beberapa tips yang bisa kamu jadikan sebagai referensi. Semoga artikel diatas bermanfaat ya, terutama untukmu yang ingin mengajukan kenaikan plafon KPR. Baca artikel menarik lainnya dari Brighton hanya di Brighton News!
Jika ingin mendaftar menjadi agen properti dan mencari agen yang berkualitas, klik Registrasi Agen dan dapatkan manfaatnya!
Topik
Lihat Kategori Artikel Lainnya