Simulasi dan Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok
Penulis: Editor Brighton
Berapa jumlah cat yang dibutuhkan untuk mengecat seluruh permukaan tembok bangunanmu? Yuk, simak cara menghitung kebutuhan cat tembok berikut ini bersama dengan Brighton!
Mengecat dinding merupakan salah satu langkah finishing akhir pada bangunan. Tujuan pengecatan adalah memastikan bahwa bangunan tersebut memiliki tampilan yang lebih memukau dan indah, rapi, serta mampu memberikan nuansa yang diinginkan oleh pemiliknya. Selain itu, beberapa jenis cat biasanya juga dilengkapi dengan formula khusus seperti proteksi terhadap noda dan formula waterproof agar lapisan cat mampu mencegah terjadinya kebocoran.
Saat sedang mengecat, memastikan bahwa jumlah cat yang dibeli sudah pas (tidak lebih dan kurang) merupakan hal yang sangat penting karena hal ini nantinya akan berkaitan dengan budget (biaya). Oleh karena itu, pastikan kamu menghitung jumlah kebutuhan catmu ya sebelum membelinya!
Baca Juga: Cara Menghitung Borongan Rumah 2 Lantai yang Efektif dan Tepat
Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok 1 Bidang
Sebenarnya, kebutuhan cat tembok bisa berbeda-beda, tergantung pada:
-
Jumlah lapisan cat yang diaplikasikan pada tembok
-
Daya sebar cat itu sendiri per liternya
Berikut langkah-langkahnya:
1. Menentukan Luas Permukaan Tembok yang Akan Dicat
Misalnya, kamu ingin mengecat tembok di area teras depan rumahmu yang ukurannya 4x5 meter dengan ukuran persegi panjang. Cari dulu luasnya dengan mengalikan sisi-sisi tembok tersebut yakni 4x5 m: 20 m2. Kemudian, kurangi dengan luas jendela dan pintunya. Misalnya ada 2 buah daun jendela di sisi kanan kiri pintu dan 1 buah pintu dengan ukuran jendela 0,4 x 0,5 cm dan pintu 2 m x 0,8 m, maka luas 2 buah jendela adalah 0,4 m2 + luas pintu 1,6 m2 = 2 m2. Luas keseluruhan tembok yang perlu dicat adalah 20 m2 - 2 m2 = 18 m2.
Jika ada lebih dari 1 bidang tembok yang akan dicat, kamu bisa mencari luas per bidangnya satu per satu (seperti pada cara diatas, luas bidang total dikurangi area yang tidak dicat) lalu menjumlahkannya.
2. Ketahui Daya Sebar Cat dan Jumlah Lapisan Cat
Setiap jenis dan merk cat punya daya sebar yang berbeda-beda, kamu bisa memilihnya salah satu berdasarkan kebutuhan dan preferensi. Pastikan kamu selalu membaca spesifikasi cat tersebut, terutama daya sebarnya sebelum membelinya ya. Misalkan, kamu memilih cat A dengan daya sebar 10 m2 per liternya. Kamu memutuskan untuk melakukan 2 kali lapisan pengecatan. Maka, jumlah cat yang dibutuhkan adalah:
-
18 m2 x 2 lapis pengecatan = 36 m2
-
Daya sebar cat: 10 m2 per liter
-
Kebutuhan cat: 36 m2/10 m2 per liter = 3,6 liter atau 4 liter cat (bulatkan ke atas untuk cadangan).
Di pasaran, cat dijual dalam satuan kg. Jadi, kamu harus mengkonversi jumlah cat dalam liter tersebut ke dalam satuan kg terlebih dahulu dengan mengalikannya 1,5 per liternya. Jadi, 4 liter x 1,5 = 6 kg cat. Jika harga 1 kg cat biasa adalah Rp 50.000, maka setidaknya kamu akan mengeluarkan biaya sekitar Rp 300.000,-
Baca Juga: Cara Menghitung Kubikasi Kayu yang Mudah dan Efisien
Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok Full 1 Ruangan
Cara diatas cukup sederhana karena hanya ada 1 bidang tembok saja yang dicat. Lalu, bagaimana cara menghitung kebutuhan cat pada sebuah ruangan full. Kamu bisa menghitungnya dengan menjumlahkan luas tiap bidangnya. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Menentukan Luas Permukaan Tembok yang Akan Dicat
Misalnya, kamu ingin mengecat seluruh tembok kamar tidur. Ukur dulu panjang, lebar, dan tinggi tiap-tiap bidangnya. Mulai dari sisi depan, samping kanan-kiri, dan belakang. Misalkan, setelah diukur diketahui ukuran kamar tidur tersebut adalah: 2x3 meter dengan tinggi 3 meter. Maka luasnya adalah:
-
Luas sisi depan (dikurangi pintu): 2 m x 3 m= 6 m2 - 1,6 m2 (area pintu) = 4,4 m2
-
Luas sisi belakang (dikurangi jendela belakang): 2 m x 3 m = 6 m2 - 0,4 m2 (jendela)= 5,6 m2
-
Luas sisi samping kanan (full): 3 m x 3 m= 9 m2
-
Luas sisi samping kiri (full): 3 m x 3 m= 9 m2
-
Total luas area tembok kamar yang akan dicat: 4,4 m2 + 5,6 m2 + 9 m2 + 9 m2= 28 m2
2. Ketahui Daya Sebar Cat dan Jumlah Lapisan Cat
Misalkan, kamu memilih cat A dengan daya sebar 10 m2 per liternya. Kamu memutuskan untuk melakukan 2 kali lapisan pengecatan. Maka, jumlah cat yang dibutuhkan adalah:
-
28 m2 x 2 lapis pengecatan = 56 m2
-
Daya sebar cat: 10 m2 per liter
-
Kebutuhan cat: 56 m2/10 m2 per liter = 5,6 liter atau 7 liter cat (bulatkan ke atas untuk cadangan).
Hasil konversi: 7 liter x 1,5 = 10,5 kg cat (dibulatkan lagi jadi 11 kg, karena biasanya dijual dalam kemasan terkecil 1 kg). Jika harga 1 kg cat biasa adalah Rp 50.000, maka setidaknya kamu akan mengeluarkan biaya sekitar Rp 550.000,-
Baca Juga: Cara Menghitung Luas Bangunan dengan Metode Manual dan Otomatis
Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok Kamar Mandi
1. Menentukan Luas Permukaan Tembok yang Akan Dicat
Untuk kamar mandi, biasanya lebih hemat cat karena 1/2 bagian bawahnya umumnya ditutup menggunakan keramik. Sedangkan yang dicat biasanya adalah 1/2 bagian atas, belum lagi dikurangi dengan ukuran pintu kamar mandi dan jendela ventilasi. Misalkan, kamu ingin mengecat kamar mandi dengan ukuran 2x2 meter dengan tinggi 3 meter. Luas pintunya 1,6 m2 (tinggi 2 m, panjang 80 cm). Ada jendela ventilasi kecil di sisi belakang dengan ukuran 40x50 cm, luas 0,2 m2. 1/2 bagian tembok kamar mandinya ditutup keramik (sisi kanan, kiri, belakang). Maka, luas area yang dicat adalah:
-
Sisi depan: 2 m x 3 m= 6 m2 - 1,6 m2= 4,4 m2
-
Sisi belakang: 2 m x 3 m= 6 m2 x 1/2= 3 m2 - 0,2 m2= 2,8 m2
-
Sisi samping kanan: 2 m x 3 m= 6 m2 x 1/2= 3 m2
-
Sisi samping kiri: 2 x 3 m= 6 m2 x 1/2= 3 m2
-
Total: 13,2 m2
2. Ketahui Daya Sebar Cat dan Jumlah Lapisan Cat
Misalkan, kamu memilih cat A dengan daya sebar 10 m2 per liternya. Kamu memutuskan untuk melakukan 2 kali lapisan pengecatan. Maka, jumlah cat yang dibutuhkan adalah:
-
13,2 m2 x 2 lapis pengecatan = 26,4 m2
-
Daya sebar cat: 10 m2 per liter
-
Kebutuhan cat: 26,4 m2/10 m2 per liter = 2,64 liter atau 3 liter cat (bulatkan ke atas untuk cadangan).
Hasil konversi: 3 liter x 1,5 = 4,5 kg cat (dibulatkan lagi jadi 5kg, karena biasanya dijual dalam kemasan terkecil 1 kg). Jika harga 1 kg cat waterproof adalah Rp 75.000, maka setidaknya kamu akan mengeluarkan biaya sekitar Rp 375.000,-
Baca Juga: Cara Menghitung Pondasi Batu Kali serta Kelebihan dan Kekurangan Batu Kali
Cara menghitung kebutuhan cat tembok cukup mudah, karena kamu bisa memperkirakannya secara manual menggunakan rumus sederhana seperti diatas. Butuh lebih banyak referensi artikel menarik lainnya? Yuk, kunjungi Brighton News ya! Laman artikel khusus dari Brighton Real Estate!
Topik
Lihat Kategori Artikel Lainnya