Menu

KPR
FAQ
 
 
 

Ukuran Amplas Paling Halus dan Tujuan Pengaplikasiannya

 
Rumah

Untuk kebutuhan penghalusan besi, kayu, dan sejenisnya, kamu pastinya akan membutuhkan amplas atau “Kertas Pasir” bukan? Amplas sendiri merupakan sejenis kertas atau kain yang memiliki lapisan permukaan kasar diatasnya. Permukaannya yang kasar inilah yang nantinya akan digosokkan ke permukaan benda agar jadi lebih halus. 

Selain untuk menghaluskan permukaan objek, amplas ini juga bisa kamu gunakan untuk membersihkan kotoran, kerak, atau noda yang menempel. Agar hasilnya sesuai dengan keinginan dan proses pengamplasan lebih efektif, kamu harus menggunakan amplas dengan grit yang sesuai. Grit merupakan ukuran tingkat kekasaran amplas, makin kecil angka gritnya maka makin kasar amplasnya dan begitu juga sebaliknya. 

Amplas yang kasar sangat efektif untuk memoles permukaan benda yang butuh pemolesan ekstra. Misalnya besi yang berkarat, kayu kasar, dan sejenisnya. Sementara, amplas yang halus bisa kamu gunakan untuk finishing akhir. Menggunakan amplas halus untuk besi berkarat sangatlah tidak efektif, selain karena gaya geseknya yang lama. Amplas tersebut juga akan boros. 

Lalu, apa saja jenis-jenis grit amplas dan ukuran amplas manakah yang paling halus? Simak penjelasannya dibawah ini ya!

Baca Juga: Ukuran Amplas untuk Besi

Jenis Amplas Berdasarkan Objeknya 

Jenis Amplas Berdasarkan Objeknya

Berdasarkan objeknya, amplas dapat dibedakan menjadi 3 yakni amplas untuk besi/logam, amplas untuk kayu, dan amplas untuk tembok. Amplas kayu biasanya dijual dalam bentuk roll, bahannya terbuat dari alumunium oxide. Untuk jenisnya ada amplas kering, amplas air, hingga amplas finishing

Kedua ada amplas besi yang memiliki tekstur yang keras mengingat amplas ini banyak digunakan untuk kebutuhan pemolesan besi. Amplas besi terbuat dari bahan silicon carbide, kamu bisa menggunakannya sebagai amplas kering atau sebagai amplas basah (dicampur air) sehingga mengurangi partikel besi halus yang berterbangan ketika proses pengamplasan tengah dilakukan. 

Amplas tembok merupakan jenis amplas yang terbuat dari alumunium oxide, harganya lebih murah dibandingkan dengan amplas besi dan kayu. Amplas tembok ini biasanya digunakan untuk menghaluskan atau meratakan permukaan tembok sebelum dicat. 

Baca Juga: Cat Duco Kayu: Pengertian, Kelebihan & Kekurangan, dan Tips Pengaplikasiannya

Jenis Amplas Berdasarkan Gritnya 

Jenis Amplas Berdasarkan Gritnya

Berdasarkan standar FEPA, grit ukuran amplas paling halus adalah amplas P800, sementara yang paling kasar adalah amplas P40. Berikut penjelasan lebih lengkapnya: 

Amplas P40, P50, & P60 

Amplas dengan tipe paling kasar, permukaannya sangat kasar dan memiliki tingkat abrasif yang tinggi. Banyak digunakan untuk mengamplas permukaan kayu yang kasar, hingga menghilang cat yang membandel. Tipe amplas ini merupakan tipe amplas yang paling awal digunakan. 

Amplas P80 

Bisa digunakan untuk mengamplas permukaan kayu atau besi. Misalnya digunakan untuk mengamplas permukaan kayu keras yang sudah di dempul atau kayu yang akan diolah menjadi berbagai produk kerajinan (furniture). Bisa juga digunakan untuk mengamplas permukaan besi yang berkarat. 

Amplas P80 banyak digunakan untuk beberapa jenis kayu seperti Kayu Meranti, Kayu Kamper, dan sejenisnya. Bisa juga kamu gunakan untuk menghaluskan permukaan kayu yang tergores, misalnya akibat bekas paku atau gergaji. Namun, jika bekasnya terlalu dalam kamu harus mengaplikasikan dempul dulu baru menggunakan amplas ini. 

Amplas P100 & P120 

Setelah diamplas menggunakan amplas P80, selanjutnya kamu bisa menggunakan amplas P100-P120. Grit amplas ini biasa digunakan untuk penghalusan lanjutan. 

Amplas P180 

Jika hasil akhir pengamplasan menggunakan grit amplas sebelumnya masih terasa kurang halus, kamu bisa menggunakan grit amplas ini. Fungsi utama amplas P180 adalah untuk memperhalus lagi permukaan objek sehingga siap untuk proses lanjutan atau finishing, misalnya tahap pengecatan. 

Amplas ini juga bisa kamu gunakan untuk memperhalus permukaan kayu yang masih memiliki serat-serat kecil yang keluar dari permukaannya. Cocok juga digunakan untuk memberikan finishing kecil pada objek yang tak membutuhkan terlalu banyak perubahan. 

Amplas P240 

Biasa digunakan untuk finishing kayu yang tidak dicat. Dengan menggunakan amplas ini, corak dan serat pada permukaan kayu akan semakin halus dan tetap bisa dipertahankan (tidak hilang tergerus amplas). Setelah diamplas menggunakan grit ini, selanjutnya kamu bisa mulai melapisi permukaan kayu dengan finishing minyak sehingga tampilan akhirnya bisa lebih glossy (mengkilap) dan indah. 

Ampas P320 

Jika kamu ingin mempernis permukaan kayu dan sudah mengamplasnya dengan amplas grit 240 namun hasilnya masih kurang bagus. Kamu bisa coba menggunakan amplas ini supaya kehalusannya lebih sempurna. 

Amplas P400 

Amplas yang sedikit lebih halus dari amplas P320. Grit amplas ini jarang dipakai untuk menghaluskan kayu karena yang biasa digunakan hanya sampai grit P320 saja. Amplas P400 lebih banyak digunakan untuk menghaluskan lapisan poliuretan yang merupakan zat polymeric material dengan kandungan urethane. 

Amplas P800 

Merupakan ukuran amplas yang paling halus, lebih cocok digunakan sebagai amplas untuk finishing kayu yang rentan rusak dan patah. Ukuran amplas terhalus ini lebih tipis dan kecil. 

Baca Juga: Dempul Kayu: Pengertian, Jenis, Fungsi, Rekomendasi Merk, dan Tips Memilihnya

Ukuran Amplas Paling Halus dan Tujuan Pengaplikasiannya 63

Ukuran Amplas untuk Body Mobil 

Ukuran Amplas untuk Body Mobil

Amplas besi/logam bisa kamu gunakan untuk memoles berbagai permukaan benda yang terbuat dari besi atau logam, misalnya saja untuk body mobil. Untuk amplas body mobil, kamu perlu memilih tipe yang sesuai agar hasil akhir (finishing)-nya lebih baik, berikut diantaranya: 

Untuk Menghilangkan Karat & Cat Dasar

Untuk pengecatan ulang pada body mobil, tahap pertama yang biasanya dilakukan adalah menghilangkan karat dan cat dasarnya terlebih dahulu. Untuk ukuran grit amplasnya biasanya menggunakan ukuran yang kasar. Semakin parah karatnya, maka membutuhkan amplas yang semakin kasar pula (amplas grit rendah). Amplas yang banyak digunakan untuk kebutuhan ini adalah amplas dengan grit 80 dan 120. 

Untuk Pengamplasan Dempul 

Jika body mobil mengalami penyok atau memiliki baret dan goresan yang dalam, kamu harus melakukan proses dempul terlebih dahulu untuk menutup penyok atau goresannya. Dempul ini dilakukan dengan menggunakan dempul khusus, putty, atau filler. Setelah didempul, kamu harus segera melakukan pengamplasan dengan amplas grit 120 atau 180 sebelum dempulnya mengeras. Setelah hasil dempulnya rata, lakukan proses pengamplasan ulang dengan amplas grit 120 & 180 sehingga hasilnya semakin halus. 

Baca Juga: Cara Membuat Plamir Tembok dan Manfaatnya pada Tembok

Untuk Cat Epoxy 

Cat epoxy diperlukan untuk mengisi permukaan body mobil sebelum proses pengecatan. Tujuannya adalah untuk menutup lubang dan pori-pori kecil yang bisa membuat hasil pengecatan jadi kurang sempurna. Untuk menghaluskan epoxy, kamu bisa menggunakan amplas grit 400. Setelah itu, bilas dengan air dan gunakan amplas dengan grit 600, lalu yang terakhir gunakan amplas dengan grit 800 untuk membuat permukaan epoxy benar-benar halus dan rata. 

Untuk Pengaplikasikan Cat Dasar 

Pengaplikasian undercoat atau cat dasar ini berguna untuk mempertajam warna sekaligus dasar agar cat utama bisa menempel dengan kuat. Nah, agar hasil pengaplikasikan cat dasar ini lebih halus dan rata kamu bisa menggunakan amplas dengan grit 1000. 

Untuk Clear Coat 

Terakhir, adalah proses clear coat yang merupakan lapisan pelindung anti gores sekaligus memberikan efek glossy pada body mobil. Ukuran amplas clear coat yang paling banyak digunakan adalah amplas dengan grit 1500 dan 2000.

Baca Juga:  Ketenangan dalam Kesederhanaan, Memahami Desain Mushola Minimalis

Sekian pembahasan mengenai ukuran amplas paling halus dan beberapa pengaplikasiannya. Kunjungi artikel menarik lainnya dari Brighton hanya di Brighton News!

Brighton, mitra terbaik untuk cari properti idamanmu!

 

Topik

ListTagArticleByNews