Menu

KPR
FAQ
 
 
 

Menara saidah tidak dihancurkan, mengapa?

 
Eksterior

Gedung Menara Saidah, yang dulunya dikenal sebagai Menara Drassindo, telah menjadi salah satu ikon keangkeran yang menetap di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Berdiri megah dan menjulang tinggi, gedung ini tidak hanya menjadi sebuah bangunan kosong, tetapi juga merupakan saksi bisu dari sejarah urbanisasi di ibu kota. 

Sejak pertama kali dibangun pada tahun 1992, Menara Saidah telah menjadi bagian penting dari skyline Jakarta, mewakili kemajuan ekonomi dan pertumbuhan kota. Namun, setelah ditinggalkan oleh penghuninya pada tahun 2007 karena alasan yang kurang jelas, gedung ini mulai menyaksikan perubahan dramatis dalam lingkungan sekitarnya.

Seiring berlalunya waktu, Menara Saidah semakin terperosok ke dalam kesendirian yang menyelimuti keberadaannya. Dulu merupakan pusat aktivitas bisnis yang ramai, kini hanya angin sepoi-sepoi yang menemani bangunan ini. Kehadirannya yang mencolok menjadi titik fokus bagi berbagai spekulasi dan cerita mistis di antara warga sekitar. 

Meskipun telah berupaya untuk direvitalisasi beberapa kali, upaya tersebut gagal dan gedung ini terus menjadi monumen dari masa lalu yang gelap. Sebagai ikon urbanisasi yang telah menjadi bagian dari kehidupan Jakarta selama puluhan tahun, Menara Saidah kini berdiri sebagai peninggalan yang menegangkan dan menimbulkan rasa ingin tahu akan kisah-kisah yang tersembunyi di balik dinding-dindingnya.

Baca Juga : Perumahan di Bekasi dan Daftarnya, Cek Sekarang Juga Disini

Kesendirian yang Menyeramkan

Bukan rahasia lagi bahwa Menara Saidah menyimpan cerita-cerita mistis yang menggugah rasa penasaran banyak orang. Dengan desain arsitektur yang megah, lengkap dengan ukiran-ukiran bernuansa Romawi, gedung ini tidak hanya menakjubkan secara visual, tetapi juga memiliki aura misteri yang kental. 

Kesendirian gedung ini semakin memperkuat kesan mistisnya, membuatnya terasa seperti tempat yang terisolasi dari dunia luar, di mana cerita-cerita angker pun dapat berkembang tanpa gangguan. Di antara dinding-dindingnya yang kosong, cerita-cerita angker terus bergema, menjadikan Menara Saidah sebagai lokasi syuting ideal untuk film-film horor yang ikonik.

Kisah-kisah seram yang melibatkan suara-suara aneh dan pengalaman-pengalaman gaib dari para pemain dan kru film semakin memperkuat legenda keangkeran Menara Saidah. Para pengunjung yang berani memasuki gedung ini mungkin merasakan adanya kehadiran yang tidak terlihat, yang bisa membuat bulu kuduk merinding. 

Kesendirian yang dipenuhi dengan cerita-cerita mistis ini juga menambah daya tarik bagi para peneliti paranormal dan pencinta hal-hal gaib untuk menjelajahi lebih dalam akan misteri yang tersembunyi di balik dinding-dinding Menara Saidah. 

Dengan demikian, kesendirian yang menyelimuti gedung ini tidak hanya menciptakan suasana yang menyeramkan, tetapi juga menjadikannya sebagai pusat perhatian bagi mereka yang tertarik pada hal-hal yang berbau supranatural.

Misteri Keputusan untuk Tidak Menghancurkan

Misteri Keputusan untuk Tidak Menghancurkan

Menara Saidah telah berdiri sejak 16 tahun yang lalu tanpa adanya aktivitas yang signifikan di dalamnya, menjadi salah satu contoh nyata dari keteguhan struktur bangunan yang mampu bertahan melawan waktu dan cuaca. 

Meskipun terlihat seperti sebuah struktur yang terlantar, gedung ini tetap kokoh berdiri, menantang waktu dan menghadapi segala bentuk cuaca. Kehadirannya yang menonjol di tengah kawasan Pancoran menjadi bahan perbincangan di antara warga sekitar, dengan pertanyaan yang terus muncul mengenai alasan mengapa gedung ini belum juga dihancurkan.

Berbagai spekulasi muncul mengenai penyebab Menara Saidah masih berdiri tegak meskipun terbengkalai selama bertahun-tahun. Mulai dari masalah hukum, perselisihan kepemilikan, hingga kepercayaan akan adanya hal-hal supernatural yang mencegah penghancuran gedung tersebut. Seiring dengan bertambahnya usia gedung.

Muncul pula minat dari berbagai pihak untuk mengetahui lebih dalam akan sejarah dan alasan di balik keberadaan gedung tersebut. Mungkin, di balik penampakannya yang menyeramkan, Menara Saidah menyimpan beragam misteri dan kisah yang belum terungkap sepenuhnya, menambah daya tarik dan keingintahuan terhadap bangunan tersebut.

Baca Juga : Perumahan di Yogyakarta, Solusi Hunian yang Nyaman dan Asri

Menara saidah tidak dihancurkan, mengapa? 63

Alasan di Balik Mengapa Menara Saidah Tidak Dihancurkan

1.Kepemilikan Keluarga Saidah

Menurut catatan, gedung ini dimiliki oleh keluarga Saidah sejak tahun 1995 setelah dibeli dari Pendiri PT Mustika Ratu, pemilik sebelumnya. Karena menjadi milik keluarga Saidah selama bertahun-tahun, keputusan untuk tidak mengizinkan penghancuran gedung mungkin dipengaruhi oleh keinginan mereka untuk mempertahankan aset keluarga yang telah dimiliki selama ini.

2. Faktor Sentimental

Keputusan untuk mempertahankan eksistensi Menara Saidah juga bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor sentimental. Mungkin gedung ini memiliki nilai emosional bagi keluarga Saidah atau mungkin terdapat kenangan dan sejarah penting yang terkait dengan gedung tersebut, sehingga mereka merasa terikat untuk mempertahankannya.

3. Kebanggaan Kepemilikan

Gedung Menara Saidah, meskipun dalam kondisi terbengkalai, tetap merupakan bagian dari warisan keluarga Saidah. Kebanggaan atas kepemilikan dan eksistensi gedung tersebut mungkin menjadi salah satu alasan mengapa keluarga Saidah memilih untuk mempertahankannya daripada menghancurkannya.

4. Pertimbangan Bisnis yang Tidak Diketahui

Meskipun tidak diketahui secara pasti, kemungkinan ada pertimbangan bisnis yang melatarbelakangi keputusan untuk tidak menghancurkan Menara Saidah. Mungkin terdapat rencana atau potensi penggunaan kembali gedung tersebut di masa depan yang belum diumumkan secara publik.

Dampak Potensial yang Mengerikan

Dampak Potensial yang Mengerikan

1.Kerusakan Infrastruktur

Penghancuran Menara Saidah berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur jalan raya di sekitarnya. Proses penghancuran bangunan setinggi ini dapat mengakibatkan runtuhnya material bangunan yang besar dan berat, yang dapat merusak jalan, trotoar, dan bahkan jalur transportasi umum di sekitarnya.

2. Kerusakan pada Bangunan Sekitar

Sebagai salah satu bangunan tertinggi di kawasan Pancoran, penghancuran Menara Saidah juga berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan-bangunan di sekitarnya. Guncangan yang dihasilkan dari proses penghancuran dapat menyebabkan retak atau kerusakan struktural pada bangunan-bangunan yang berdekatan, meningkatkan risiko kecelakaan dan keamanan bagi penduduk dan pengguna area tersebut.

3. Dampak Sosial dan Ekonomi

Penghancuran Menara Saidah juga berpotensi memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar gedung, proses penghancuran dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.

Termasuk gangguan suara dan polusi debu yang dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan. Selain itu, penurunan nilai properti di sekitar area yang terpengaruh oleh proses penghancuran juga dapat mengakibatkan kerugian ekonomi bagi pemilik properti dan penghuni.

Baca Juga : Brighton Optimisi Akan Terus Capai Rekor Baru Bersama Semua Brightoners

4. Potensi Ancaman Kemanusiaan

Penghancuran gedung setinggi Menara Saidah juga menghadapi risiko potensial terhadap keselamatan manusia. Baik itu penghuni gedung, pekerja konstruksi yang terlibat dalam proses penghancuran, maupun penduduk lokal di sekitarnya, semuanya berpotensi terkena risiko cedera atau bahkan kehilangan nyawa dalam kecelakaan atau insiden yang terjadi selama proses penghancuran.

Dengan demikian, selain pertimbangan kepemilikan, dampak potensial yang mengerikan bagi infrastruktur, bangunan sekitar, masyarakat lokal, dan keselamatan manusia juga menjadi faktor yang memengaruhi keputusan untuk tidak menghancurkan Menara Saidah.

Misteri di balik kenapa Menara Saidah tidak dihancurkan mungkin akan terus menjadi teka-teki bagi banyak orang. Dengan kisah-kisah mistis yang menyertainya dan pertimbangan-pertimbangan praktis yang harus dipertimbangkan.

Gedung ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari panorama kota Jakarta, menambah warna dalam sejarah urbanisasi di Indonesia. Meskipun mungkin belum ada jawaban yang pasti, Menara Saidah terus menarik perhatian dan mengundang spekulasi, membuka jendela ke dunia yang lebih luas tentang keanehan dan keajaiban dalam kehidupan kota.

Jangan lewatkan kesempatan untuk terus mengikuti berita dan artikel menarik lainnya yang selalu diperbarui oleh Brighton News. Pastikan Anda selalu update dengan informasi terbaru dan terpercaya dari sumber yang terpercaya ini. Selamat menikmati dan semoga Anda mendapatkan wawasan yang berharga melalui Brighton!

 

Topik

ListTagArticleByNews