9 Jenis Pompa Air dan Tips Memilih Pompa Air yang Bagus
Penulis: Editor Brighton
Jenis pompa air banyak digunakan untuk memompa air dari dalam tanah atau dari daerah yang lebih rendah ke dalam tangki penampungan air atau ketempat yang lebih tinggi. Dalam skala kecil seperti untuk penggunaan rumah tangga, pompa ini banyak digunakan untuk memompa air dari sumber air (seperti sumur) ke dalam tandon atau tangki penampungan air.
Dalam skala penggunaan yang lebih besar, misalnya dalam lingkungan gedung perkantoran, pipa air ini berfungsi sebagai pemompa sekaligus untuk mengalirkan air dari sumbernya ke dalam titik penampungan air (biasanya ada di bagian tertinggi gedung) untuk kemudian dialirkan kedalam titik-titik penggunaan. Pompa air ini memiliki peranan yang sangat penting dalam memastikan ketersediaan pasokan air.
Baca Juga: Cara Kerja Sumur Bor, Kelebihan dan Kekurangannya
9 Jenis Pompa Air yang Paling Umum Digunakan
Berdasarkan fungsi dan kegunaannya, pompa air ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis lagi, yakni:
1. Pompa Air Sumur Dangkal
Jenis pompa air yang banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga dan kebutuhan skala kecil lainnya. Pompa ini hanya bisa digunakan untuk penggunaan ringan saja dan daya hisapnya hanya untuk kedalaman maksimal 9 meter saja, jadi memang hanya cocok digunakan dalam skala rumah tangga. Sementara itu, daya dorongnya bisa mencapai 7 meter dari posisi pompanya.
2. Pompa Air Sumur Dalam
Jika kamu punya sumur atau sumber air lainnya dengan kedalaman lebih dari 9 meter, maka gunakanlah pompa air sumur dalam. Pompa air ini memiliki jet injector yang berfungsi memperkuat daya pancar dari air yang dihisapnya. Pompa air ini dibagi lagi menjadi 2 jenis yakni semi jet pump dan jet pump. Pompa semi jet pump banyak digunakan untuk sumur dengan kedalaman sampai 11 meter, sementara jet pump bisa digunakan untuk sumur dengan kedalaman maksimal 20 meter. Pompa jet pump memiliki tabung yang menambah daya hisap dan daya dorongnya.
3. Pompa Air Celup
Berbeda dari kebanyakan pompa yang biasanya diletakkan di area datar luar sumur, jenis pompa air ini dimasukkan kedalam air. Jadi, posisinya dicelupkan ke dalam sumur atau sumber mata air lainnya. Daya pancar maksimum pompa ini sekitar 5 meter.
Kamu bisa menggunakan pompa air celup sebagai mesin air didalam aquarium. Untuk cara kerjanya hampir mirip dengan pompa air lain pada umumnya dengan memanfaatkan daya sentrifugal dari kipas. Fungsi pompa celup adalah menyedot air lalu mengalirkannya ke dalam filter atau alat penyaring air.
Baca Juga: 12 Jenis-Jenis Kaca Paling Populer dan Banyak Digunakan
4. Pompa Air Booster
Jenis pompa air ini hanya digunakan sebagai pendorong saja sehingga tak memiliki daya hisap layaknya pompa air pada umumnya. Pompa ini dipasang di tengah-tengah instalasi air dan berfungsi sebagai penunjang saja guna memperkuat daya dorong pada instalasi pompa air. Pemasangannya biasanya dilakukan di dekat atau bahkan di dalam sumber air tersebut.
5. Pompa Air Diesel
Jenis pompa satu ini lebih banyak digunakan untuk keperluan perkebunan ataupun pertanian dan sangat jarang digunakan dalam kebutuhan rumah tangga. Salah satu alasannya adalah jenis pompa ini akan menimbulkan suara yang sangat bising dan mengganggu saat tengah digunakan. Bahan bakar pompa diesel adalah solar atau bensin. Salah satu keunggulan utama pipa jenis ini adalah daya sedot airnya yang sangat besar sehingga mampu mengalirkan air dalam debit yang tinggi pula.
6. Pompa Air Sentrifugal
Jika kamu mencari jenis pompa air yang paling cocok untuk konstruksi gedung, maka pipa air sentrifugal lah yang bisa jadi pilihan tepat untukmu. Pompa air ini bekerja dengan sistem sentrifugal dengan cara mendorong air masuk kedalam pompa lalu mendorongnya kembali keluar melalui tekanan. Jenis pompa ini cukup efektif dalam menyedot air dalam volume yang besar. Hal inilah yang membuatnya sangat cocok digunakan sebagai saluran distribusi dalam gedung. Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh pompa ini adalah desainnya yang sederhana, perawatannya cenderung lebih mudah, dan efektif dalam mengatasi tekanan yang bervariasi.
Baca Juga: 9 Jenis Dinding Berdasarkan Material dan Karakteristiknya
7. Pompa Submersible
Merupakan jenis pompa yang efektif digunakan untuk menyedot air sumur atau sumber mata air lainnya yang posisinya lebih rendah. Melalui penggunaan pompa ini, kamu juga tak perlu membuat struktur pemompaan khusus di atas permukaan karena pompa ini bisa langsung ditempatkan di dalam air. Jenis pompa ini sangat cocok digunakan dalam sistem distribusi air basement, bawah tanah, hingga sistem drainase.
8. Pompa Air Hidrolik
Pompa ini bekerja dengan sistem hidrolik dimana cairan akan didorong melalui pipa bertekanan tinggi dengan tenaga hidrolik. Pompa ini sangat berguna saat memerlukan air dengan daya dorong yang besar. Misalnya saja air yang digunakan dalam instalasi sprinkler atau instalasi kebakaran lainnya. Dengan penggunaan pompa air hidrolik maka tekanan air akan semakin kuat, efektif, dan merata sehingga mampu memadamkan api dengan lebih baik.
9. Pompa Air Vakum
Jenis pompa air ini berfungsi untuk memastikan kelancaran proses distribusi air dalam gedung serta mencegah adanya hambatan udara yang mengganggu jalannya air. Pipa air vakum bekerja dengan cara mengeluarkan udara dari dalam pipa (seperti proses vacuum) sehingga menciptakan kondisi hampa udara yang mendorong air untuk mengalir dengan lebih lancar.
Baca Juga: Jenis-Jenis MCB: Pengertian, Jenis, dan Cara Memilihnya
Nah, itulah 9 jenis pompa air yang harus kamu ketahui. Setiap jenis pompa di atas memiliki karakteristiknya masing-masing sehingga fungsinya juga berbeda-beda. Pastikan kamu mencocokkan jenis pompa yang akan dibeli sesuai dengan kebutuhan penggunaan.
Tips Memilih Pompa Air yang Sesuai
-
Sesuaikan dengan area pemasangan pompa, apakah untuk sumur dalam atau sumur dangkal, atau untuk sumber mata air lainnya.
-
Sesuaikan dengan penggunaan pompa, misalnya apakah untuk penggunaan pribadi, untuk gedung besar, untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan, dan sebagainya.
-
Pertimbangkan daya hisap dan daya pancar dari masing-masing pompa.
-
Pilihlah pompa air SNI yang sudah sesuai dengan standar yang ada.
-
Jika masih ragu, tanyakan pada ahlinya secara langsung ya!
Baca Juga: 7 Jenis-Jenis AC, Mulai dari AC Central Sampai dengan AC Cassette
Sekian pembahasan kali ini mengenai jenis pompa air, semoga informasi diatas bermanfaat ya untukmu! Jangan lupa baca artikel menarik lainnya dari Brighton hanya di Brighton News!
Topik
Lihat Kategori Artikel Lainnya