Menu

KPR
FAQ
 
 
 

Floating Rate KPR: Definisi, Cara Hitung, dan Kelebihannya

 
Pembiayaan Properti

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, membeli rumah dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh dinamika. Di awal masa kredit, nasabah biasanya dimanjakan dengan suku bunga promo yang rendah dan tetap (fixed rate). Namun, setelah masa promo tersebut berakhir, tibalah fase yang sering menjadi momok menakutkan bagi arus kas rumah tangga, yaitu fase floating rate kpr atau suku bunga mengambang. Ketidaktahuan mengenai mekanisme perubahan bunga ini seringkali membuat debitur terkejut saat menerima notifikasi tagihan yang melonjak drastis.

Penting bagi setiap calon pembeli rumah untuk tidak hanya fokus pada cicilan murah di tahun pertama. Anda harus membekali diri dengan pengetahuan tentang KPR artinya panduan lengkap kredit agar memahami siklus tenor pinjaman secara utuh. Selain itu, kemampuan memprediksi kenaikan cicilan juga krusial. Anda bisa mempelajari teknisnya melalui panduan cara hitung KPR floating dari manual sampai online. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman mengenai cara menghitung KPR 2025 dengan fixed floating dan capped rate, Anda dapat menyusun strategi mitigasi risiko sejak dini. Jangan lupa untuk menyimak tips memilih suku bunga KPR agar tidak boncos dan rugi sebagai langkah preventif. Artikel ini akan mengupas tuntas definisi, faktor penyebab kenaikan, hingga simulasi perhitungan bunga mengambang yang akurat.

Apa Itu Floating Rate KPR?

Secara definisi, floating rate kpr adalah tingkat suku bunga kredit perumahan yang nilainya tidak dipatok pada angka tertentu, melainkan berubah-ubah (fluktuatif) mengikuti kondisi pasar keuangan dan kebijakan bank selama masa tenor kredit berlangsung. Jika pada masa fixed rate Anda membayar cicilan dengan bunga 5% selama 3 tahun, maka di tahun ke-4 dan seterusnya, bunga yang dikenakan akan menyesuaikan dengan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang berlaku saat itu.

Sifatnya yang mengambang berarti cicilan Anda bisa naik, bisa juga turun. Namun, dalam tren ekonomi jangka panjang di negara berkembang seperti Indonesia, kecenderungannya seringkali mengalami kenaikan atau bertahan di angka yang lebih tinggi dibandingkan bunga promo awal.

Faktor Penentu Naik Turunnya Floating Rate

floating rate kpr 2

gambar hanya sebagai ilustrasi

Perubahan suku bunga ini tidak terjadi secara acak. Ada beberapa indikator makro ekonomi yang menjadi acuan perbankan dalam menetapkan besaran bunga floating:

1. BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR)

Ini adalah suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Jika bank sentral menaikkan suku bunga acuan untuk menekan inflasi atau menstabilkan nilai tukar Rupiah, maka bank komersial biasanya akan merespons dengan menaikkan suku bunga kredit, termasuk KPR. Anda bisa memantau pergerakan suku bunga ini di situs resmi Bank Indonesia.

2. Cost of Funds (Biaya Dana)

Ini adalah biaya yang harus dikeluarkan bank untuk menghimpun dana dari masyarakat (deposito, tabungan). Jika bank harus memberikan bunga tinggi untuk menarik deposan, maka bank juga harus menaikkan bunga pinjaman (KPR) untuk menjaga margin keuntungan.

3. Risiko Pasar dan Persaingan

Kondisi ekonomi global dan persaingan antar bank juga berpengaruh. Terkadang bank menahan kenaikan floating rate demi menjaga loyalitas nasabah agar tidak pindah (take over) ke bank lain.

Kapan Floating Rate Mulai Berlaku?

Umumnya, floating rate kpr mulai diberlakukan tepat setelah periode bunga tetap (fixed rate) berakhir. Contoh skenario:

  • Tahun 1-3: Bunga Fixed 4,5% (Promo). Cicilan stabil.
  • Tahun 4-15: Masuk masa Floating. Bunga mengikuti pasar (misal: SBDK + Margin = 11% atau 12%).

Bank biasanya melakukan peninjauan (review) suku bunga floating setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali. Artinya, jika bulan ini bunga naik, cicilan Anda mungkin baru akan naik pada periode peninjauan berikutnya.

Simulasi Perhitungan: Seberapa Besar Kenaikannya?

Mari kita lakukan simulasi sederhana untuk melihat dampak nyata dari peralihan bunga tetap ke bunga mengambang.

Asumsi Awal:

  • Plafon Kredit Awal: Rp 500.000.000
  • Tenor Total: 15 Tahun (180 Bulan)
  • Bunga Fixed: 5% (selama 3 tahun)

Cicilan Selama Masa Fixed (Tahun 1-3):
Menggunakan perhitungan anuitas, cicilan per bulan adalah sekitar Rp 3.953.000.

Masuk Masa Floating (Tahun ke-4):
Setelah 3 tahun mencicil, sisa pokok hutang Anda berkurang menjadi sekitar Rp 427.000.000. Sisa tenor tinggal 12 tahun (144 bulan).
Jika saat itu bunga floating ditetapkan sebesar 11%, maka bank akan menghitung ulang cicilan berdasarkan sisa pokok dan sisa tenor tersebut.

Cicilan Baru (Floating 11%):
Cicilan per bulan melonjak menjadi sekitar Rp 5.300.000.

Analisis: Terjadi kenaikan cicilan sekitar Rp 1.350.000 per bulan. Bagi keluarga dengan anggaran ketat, kenaikan ini bisa sangat mengguncang stabilitas keuangan.

Floating Rate KPR: Definisi, Cara Hitung, dan Kelebihannya 63

Kelebihan dan Kekurangan Bunga Floating

Meski sering dianggap merugikan, sistem ini memiliki dua sisi mata uang:

Kelebihan

  • Potensi Turun: Jika kondisi ekonomi sangat baik dan BI Rate turun drastis, bunga floating Anda bisa saja turun menjadi lebih rendah daripada bunga fixed awal (walaupun ini jarang terjadi secara signifikan).
  • Transparan: Biasanya mengacu pada SBDK yang dipublikasikan bank, sehingga nasabah tahu dasar perhitungannya.
  • Tanpa Penalti (Umumnya): KPR dengan bunga floating biasanya lebih fleksibel jika Anda ingin melunasi sebagian hutang tanpa dikenakan biaya penalti sebesar saat masa fixed.

Kekurangan

  • Ketidakpastian: Anda tidak bisa memprediksi dengan pasti berapa pengeluaran bulanan untuk rumah di tahun depan.
  • Cenderung Tinggi: Secara historis, bunga floating hampir selalu lebih tinggi (double digit) dibandingkan bunga promo fixed rate (single digit).

Strategi Menghadapi Kenaikan Bunga Floating

floating rate kpr 1

gambar hanya sebagai ilustrasi

Jangan pasrah begitu saja saat menerima surat cinta kenaikan bunga dari bank. Berikut langkah yang bisa Anda ambil:

1. Lakukan Pelunasan Sebagian (Extra Payment)
Saat Anda mendapatkan bonus tahunan atau THR, gunakan untuk memotong pokok hutang. Bunga dihitung dari sisa pokok. Semakin kecil pokok hutang, semakin kecil dampak kenaikan bunga terhadap nominal Rupiah yang harus dibayar.

2. Ajukan Penurunan Bunga (Restrukturisasi)
Datanglah ke bank dan ajukan keberatan secara resmi. Jika Anda memiliki rekam jejak pembayaran yang bersih (tidak pernah menunggak), bank mungkin akan mempertimbangkan untuk memberikan diskon bunga floating agar Anda tidak pindah ke bank lain.

3. Take Over Kredit (Pindah Bank)
Ini adalah senjata pamungkas. Pindahkan sisa KPR Anda ke bank lain yang menawarkan promo bunga fixed baru. Anda akan kembali menikmati masa bunga rendah. Namun, perhitungkan biaya akad ulang, penalti pelunasan di bank lama, dan biaya notaris. Pastikan penghematan bunga lebih besar dari biaya pindahnya.

4. Konversi ke KPR Syariah
Jika Anda lelah dengan ketidakpastian, Anda bisa memindahkan KPR ke bank syariah. Bank syariah akan mengunci sisa hutang Anda dengan margin keuntungan tetap sampai lunas, sehingga cicilan tidak akan naik lagi.

Pentingnya Dana Darurat Khusus KPR

Sangat disarankan bagi pemilik rumah KPR untuk memiliki dana darurat setara 3-6 kali nilai angsuran. Dana ini berfungsi sebagai bantalan (buffer) ketika terjadi kenaikan bunga floating secara tiba-tiba, memberi Anda waktu untuk menyesuaikan gaya hidup atau mencari penghasilan tambahan tanpa harus gagal bayar.

Memahami karakteristik floating rate kpr adalah kunci ketenangan dalam memiliki hunian. Bunga mengambang bukanlah jebakan, melainkan mekanisme pasar yang wajar. Dengan strategi keuangan yang tepat, Anda tetap bisa mengelola cicilan rumah dengan baik hingga lunas tanpa harus mengorbankan kualitas hidup keluarga.

Ingin mencari properti dengan skema KPR terbaik atau butuh bantuan menghitung simulasi cicilan yang akurat?

Temukan ribuan listing properti terverifikasi di seluruh Indonesia dan dapatkan pendampingan profesional dari agen Brighton. Kunjungi laman properti dijual di Brighton sekarang juga untuk memulai langkah cerdas investasi Anda!

 

Topik

ListTagArticleByNews