Bali, Pulau Dewata, tidak hanya menjadi destinasi wisata kelas dunia tetapi juga surga bagi para investor properti. Permintaan akan lahan, baik untuk pembangunan villa komersial, rumah tinggal, maupun aset investasi jangka panjang, terus menunjukkan tren positif. Namun, bagi Anda yang baru pertama kali terjun ke pasar properti Bali, satuan ukuran dan variasi harga mungkin sedikit membingungkan. Berbeda dengan wilayah lain di Indonesia yang lazim menggunakan meter persegi, transaksi tanah di Bali umumnya menggunakan satuan Are. Pertanyaan mendasar yang sering muncul adalah: berapakah kisaran harga tanah 1 are di bali saat ini?Mengetahui harga pasar sangatlah krusial agar Anda tidak membeli properti dengan harga yang terlalu tinggi (overprice). Harga tanah di Bali sangat fluktuatif dan sangat bergantung pada zonasi pariwisata. Sebagai langkah awal untuk memahami pasar properti secara menyeluruh, Anda bisa mengunjungi situs Brighton Real Estate yang menyediakan data listing real-time. Selain itu, memperluas wawasan melalui halaman artikel Brighton juga akan membantu Anda memahami tren pasar terkini. Artikel ini akan mengupas tuntas konversi satuan are, pemetaan harga di wilayah-wilayah strategis seperti Badung dan Denpasar, serta aspek legalitas yang wajib diketahui sebelum bertransaksi.Satuan Are dalam Transaksi Properti BaliSebelum membahas nominal harga, kita harus menyamakan persepsi mengenai satuan ukur. Di Bali, istilah Are adalah standar baku dalam percakapan jual beli tanah.
1 Are = 100 Meter Persegi (m2).
Jadi, jika Anda melihat iklan tanah seluas 5 Are, itu berarti luas tanah tersebut adalah 500 meter persegi. Penggunaan satuan ini memudahkan perhitungan karena lahan di Bali seringkali diperjualbelikan dalam plot-plot yang relatif besar untuk kebutuhan villa atau pertanian.Pemetaan Harga Tanah Berdasarkan Wilayah Utama
gambar hanya sebagai ilustrasi
Faktor lokasi adalah penentu utama harga tanah 1 are di bali. Kesenjangan harga antara kawasan pariwisata premium dengan kawasan residensial lokal bisa sangat ekstrem. Berikut adalah analisis mendalam per wilayah:1. Kabupaten Badung: Pusat Pariwisata PremiumBadung adalah jantung pariwisata Bali. Wilayah ini mencakup Kuta, Seminyak, Canggu, hingga Uluwatu. Harga tanah di sini adalah yang tertinggi di seluruh pulau.
Canggu & Pererenan: Ini adalah kawasan yang sedang hype. Harga tanah Freehold (Hak Milik) di area utama bisa mencapai Rp 1,5 Miliar hingga Rp 2,5 Miliar per are. Sedangkan untuk skema Leasehold (Sewa Jangka Panjang), harganya berkisar Rp 25 - 45 Juta per are per tahun. Jika Anda mencari peluang investasi di area yang sedang berkembang pesat ini, Anda bisa mengecek listing tanah dijual di Pererenan.
Kuta & Seminyak: Sebagai kawasan yang sudah matang (established), lahan kosong di sini sangat langka. Harga tanah bisa menembus angka fantastis tergantung jarak ke pantai. Area ini cocok untuk komersial murni. Lihat referensi tanah di Kuta untuk perbandingan harga di pusat keramaian.
Jimbaran & Uluwatu: Menawarkan pemandangan tebing dan laut. Harga tanah di sini bervariasi, namun area dengan ocean view memiliki nilai premium yang sangat tinggi.
2. Kota Denpasar: Pusat Pemerintahan dan Hunian LokalBerbeda dengan Badung yang didominasi villa turis, Denpasar adalah pusat aktivitas warga lokal dan pemerintahan. Harga tanah di sini lebih stabil dan masuk akal untuk hunian pribadi.Kisaran harga di Denpasar berkisar antara Rp 500 Juta hingga Rp 900 Juta per are untuk lokasi di jalan utama atau perumahan elite. Sementara di area pinggiran Denpasar, Anda masih mungkin menemukan harga di bawah Rp 400 Juta per are. Untuk opsi hunian, silakan cek daftar tanah dijual di Denpasar yang tersedia di Brighton.3. Kabupaten Gianyar (Ubud)Ubud menawarkan suasana spiritual dan alam. Harga tanah di pusat Ubud sudah sangat tinggi, namun di desa-desa penyangga seperti Tegallalang atau Payangan, harga masih relatif terjangkau, berkisar Rp 250 Juta hingga Rp 600 Juta per are. Perlu diingat, regulasi pembangunan di Gianyar cukup ketat terkait pelestarian lingkungan.4. Kabupaten Tabanan: The Next Big ThingKetika harga di Canggu semakin tak terjangkau, pembangunan bergeser ke barat menuju Tabanan (Tanah Lot, Kediri, Nyanyi). Wilayah ini menawarkan pemandangan sawah yang asri dengan harga yang jauh lebih miring, seringkali masih di bawah Rp 300 Juta per are untuk area residensial. Sebagai contoh potensi investasi masa depan, Anda bisa melihat properti di kawasan Kediri Tabanan yang mulai menggeliat.Faktor Penentu Harga Tanah di BaliMengapa harga bisa berbeda jauh meskipun lokasinya berdekatan? Ada beberapa variabel mikro yang mempengaruhi:1. Zonasi Tata Ruang (ITR)Ini adalah faktor paling krusial di Bali. Lahan di Bali dibagi menjadi beberapa zona: Zona Kuning: Peruntukan pemukiman. Bisa dibangun rumah atau villa permanen. Harganya paling mahal. Zona Oranye/Perdagangan: Untuk kegiatan bisnis dan wisata. Zona Hijau (Jalur Hijau): Peruntukan pertanian. Secara hukum DILARANG mendirikan bangunan permanen di sini. Harga tanah zona hijau sangat murah, namun sangat berisiko jika Anda berniat membangun villa. Jangan tergiur harga murah tanpa mengecek aspek ITR ini.2. Akses JalanApakah lahan tersebut bisa dilalui mobil (akses mobil) atau hanya sepeda motor (akses gang)? Lahan dengan akses mobil 4-5 meter tentu harganya jauh lebih tinggi dibandingkan lahan yang hanya memiliki akses jalan setapak.3. Pemandangan (View)Tanah yang menghadap sawah (rice field view), sungai, atau laut (ocean view) memiliki nilai jual berkali-kali lipat dibandingkan tanah yang menghadap tembok tetangga.Legalitas: Hak Milik vs Hak Pakai/SewaDalam mencari harga tanah 1 are di bali, Anda akan sering mendengar istilah Freehold dan Leasehold.
Freehold (Hak Milik - SHM): Kepemilikan penuh selamanya. Hanya bisa dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI). Harganya paling tinggi.
Leasehold (Hak Sewa): Menyewa tanah dalam jangka waktu panjang (biasanya 25-30 tahun). Populer di kalangan ekspatriat atau investor yang ingin menekan modal awal (CAPEX). Harga yang tertera biasanya adalah harga sewa per are per tahun, atau harga total sewa selama durasi kontrak.
Hak Pakai: Hak untuk menggunakan tanah negara atau tanah milik orang lain, biasanya berlaku untuk WNA dengan syarat tertentu.
Jika Anda tertarik melihat sebaran lahan yang tersedia di seluruh pulau, Brighton menyediakan data komprehensif mengenai tanah dijual di Bali dengan berbagai status kepemilikan tersebut.Tips Aman Membeli Tanah di BaliInvestasi properti di Bali sangat menguntungkan, namun jebakannya juga banyak. Berikut tips agar transaksi Anda aman:Cek Aspek Legalitas di BPN: Sebelum membayar DP, pastikan sertifikat tanah tidak dalam sengketa dan tidak sedang diagunkan di bank. Lakukan pengecekan di Badan Pertanahan Nasional setempat.Verifikasi Zonasi: Selalu minta Informasi Tata Ruang (ITR) dari Dinas Tata Ruang setempat untuk memastikan lahan tersebut boleh dibangun sesuai rencana Anda.Gunakan Jasa Notaris/PPAT Bali: Gunakan notaris lokal yang paham adat istiadat dan hukum pertanahan spesifik di Bali, termasuk aturan tanah adat atau tanah pelaba pura.Survei Lapangan: Jangan hanya percaya foto. Cek kontur tanah (apakah perlu urug/cut and fill), cek akses air dan listrik, serta lingkungan sosial sekitar.Mengapa Memilih Brighton.co.id untuk Pencarian Tanah di Bali?
gambar hanya sebagai ilustrasi
Di tengah maraknya informasi properti yang simpang siur, Brighton Real Estate (brighton.co.id) hadir sebagai platform terpercaya yang memudahkan pencarian Anda. Berikut alasannya:
Database Terlengkap: Memiliki ribuan listing tanah dan properti di Bali yang terverifikasi, mulai dari harga terjangkau hingga premium.
Sistem Satu Harga: Transparansi harga adalah kunci. Harga yang tertera adalah harga transparan dari pemilik.
Jaringan Agen Profesional: Didukung oleh agen properti berpengalaman yang memahami seluk-beluk wilayah Bali dan siap mendampingi proses legalitas hingga tuntas.
Teknologi Terkini: Fitur pencarian di website dan aplikasi Brighton memudahkan Anda memfilter lokasi, harga, dan luas tanah sesuai kebutuhan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai tata ruang dan regulasi pertanahan nasional, Anda dapat merujuk pada situs resmi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).Mengetahui harga tanah 1 are di bali hanyalah langkah awal dari perjalanan investasi Anda. Dinamika pasar properti Bali yang unik, perpaduan antara budaya, pariwisata, dan regulasi tata ruang, menuntut kejelian ekstra. Apakah Anda mengincar keuntungan dari capital gain di daerah berkembang seperti Tabanan, atau ingin pendapatan sewa harian yang tinggi di Badung, pastikan keputusan Anda didasari data yang akurat. Brighton.co.id siap menjadi mitra terbaik Anda dalam menemukan aset tanah paling potensial di Pulau Dewata.Siap untuk berinvestasi tanah di Bali namun bingung mulai dari mana?Jangan ambil risiko. Temukan ribuan listing tanah terverifikasi dengan legalitas aman hanya di Brighton. Hubungi agen kami untuk konsultasi gratis dan jadwalkan survei lokasi segera! Kunjungi laman Tanah Dijual di Bali sekarang juga.*Semua informasi di atas merupakan estimasi dan perkiraan.