Menu

KPR
FAQ
 
 
 

Ingin Beli Rumah di Bali? Ini Yang Harus Dipertimbangkan!

 

Bali sudah dianggap sebagai rumah kedua bagi banyak orang, baik lokal maupun mancanegara. Apabila Anda adalah salah seorang yang ingin atau sudah berencana memiliki rumah di Bali maka ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal yang harus dipertimbangkan agar tak keliru!


1. Lokasi yang Nyaman untuk Hunian


Anda mungkin sering berlibur ke Bali dan familiar dengan tempat-tempat hype di kota ini. Jika musim liburan tiba, tak hanya ramai masyarakat lokal, tetapi masyarakat internasional juga ikut meramaikan tempat wisata. Namun, jika Anda ingin menetap di Bali, pastikan Anda menentukan pilihan yang tepat. Apakah Anda suka dengan lingkungan hidup yang ramai atau justru lebih nyaman tinggal di rumah yang sedikit jauh dari keramaian tersebut.

Misalnya, hunian dengan lokasi pinggir pantai. Lokasi ini belum tentu dekat dengan supermarket, sekolah, tempat ibadah atau fasilitas umum yang Anda butuhkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Di pusat wisata juga akan sangat jarang Anda temukan pasar atau toko yang bisa menjual kebutuhan dengan harga grosir/murah dikarenakan kebutuhan mendesak para turis di daerah itu dijadikan kesempatan para pengusaha lokal untuk menjual bahan kebutuhan pokok lebih mahal dari biasanya. Hal ini mungkin tidak akan berpengaruh awalnya. Namun, ini akan menguras pengeluaran Anda dalam jangka panjang.

Selain itu, lokasi pusat wisata yang cenderung padat saat liburan membuat akses jalan di lingkungan tersebut rawan macet. Pastinya akan mengganggu mobilitas Anda. Eits tenang! Agar tidak keliru, Anda dapat lakukan survei lokasi untuk tinggal, berkonsultasi dengan para penduduk lokal serta properti advisor Anda di Bali.

Dengan ragam informasi yang Anda dapat akan membantu Anda dalam menentukan lokasi hunian terbaik. Faktanya, tidak apa-apa untuk tinggal agak jauh dari pusat wisata dan lebih dekat ke kota. Toh Anda masih bisa berlibur saat weekend ke tempat wisata tersebut dengan mudah karena Anda masih di pulau Bali. Ya kan?

2. Bentuk Bangunan dan Desain

Pariwisata Bali adalah salah satu penyumbang terbesar devisa negara. Oleh sebab itu, Bali menjadi kawasan yang dilestarikan oleh pemerintah dalam hal budaya maupun lingkungan.
Hal ini berpengaruh terhadap bentuk arsitektur bangunan di Bali yang khas yaitu memiliki elemen seni Bali. Bahkan untuk bisa mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB), mayoritas kabupaten dan kotamadya di Bali mengharuskan properti yang akan dibangun harus memiliki elemen arsitektur Bali. Untuk Anda para pecinta seni dan ingin menambah nilai estetika hunian, ini akan menjadi opsi yang menyenangkan!

Ingin Beli Rumah di Bali? Ini Yang Harus Dipertimbangkan! 63

3. Rumah Baru di Bali


Pembatasan ketinggian bangunan di Bali tentunya akan membuat supply atau ketersediaan lahan di Bali terbatas. Hal ini membuat harga tanah di Bali khususnya di bagian Selatan Bali cukup tinggi.
Hal ini membuat jarang sekali ada pengembang atau developer besar skala nasional yang memiliki proyek perumahan masif di Bali. Walaupun Anda menemukannya, harga properti tentu akan lebih tinggi dari properti yang mirip di sekitarnya. Ini dikarenakan selain harga tanah yang sudah tinggi, pengembang besar dengan skala proyek besar juga biasanya harus mengurus izin pembangunan mulai dari tingkatan lingkungan adat, desa, sampai dengan kabupaten, bahkan provinsi.
Properti baru yang lebih terjangkau dan banyak tersedia di Bali biasanya di bangun oleh pengembang-pengembang lokal Bali dan unitnya terbatas antara 5-15 unit saja dengan luasan tanah 50-120m² atau di Jakarta lebih dikenal proyek townhouse.

4. Rumah Secondary di Bali


Sebelum menjadi kawasan wisata, Bali dulunya adalah salah satu produsen hasil agraria terbesar nasional. Bahkan Tabanan, salah satu kabupaten di Bali, dulunya pernah menjadi "lumbung padi nasional", sehingga tidak heran apabila banyak sekali ditemukan hamparan sawah di Bali.
Sejak berubah menjadi kawasan wisata di awal tahun 90'an, lahan persawahan perlahan banyak di alih fungsikan menjadi hunian baik sebagai akomodasi wisata maupun perumahan. Karena dasar lahan bekas persawahan tadi, maka bekas sungai irigasi yang mengering, dimana awalnya tidak bertuan atau menjadi milik siapa-siapa akhirnya diubah fungsinya menjadi akses jalan. Ini membuat banyak sekali ditemukan jalan-jalan di Bali sempit dan berliku seperti layaknya aliran sungai.
Kondisi tersebut berpengaruh signifikan terhadap kebanyakan karakter rumah secondary di Bali yang akan banyak Anda temukan di antaranya seperti:
- Bentuk tanah pada sertifikat tidak beraturan
- Akses jalan sempit bahkan tidak diaspal
- Rumah terletak di sebelah sawah
- Sertifikat girik/pipil karena memang awalnya lahan adalah warisan sawah untuk keluarga
- Properti tidak ber IMB karena dulunya dibangun atas dasar tanah warisan, dan lain sebagainya
Oleh sebab itu Anda harus lebih bertoleransi terhadap karakter properti yang mungkin tidak umum terdapat di kota asal Anda, juga diharapkan lebih teliti apabila menemukan rumah secondary dengan harga miring.
Tetapi Anda tidak perlu bingung, memiliki hunian di Bali memang menjadi idaman banyak orang. Anda dapat konsultasikan kebutuhan properti Anda di Bali dengan agen Brighton. Mulai dari rumah, tanah, hingga villa, agen Brighton siap membantu Anda tentukan yang terbaik!

Stay connected with us!
WhatsApps Brigita Care wa.me/628113009817
Instagram: @brighton.realestate
YouTube: Brighton Real Estate
TikTok: @mimpijadinyata

 

Topik

ListTagArticleByNews