Menu

KPR
FAQ
 
 
 

Ciri-Ciri Rumah Minangkabau, Rumah Gadang

 
Rumah

 

Apa nama rumah adat Minangkabau? Namanya adalah Rumah Gadang! Simak ciri-ciri rumah Minangkabau pada ulasan dibawah ini by Brighton Real Estate

Baca Juga: 7 Ragam Rumah Adat Minangkabau dan Fakta Keunikannya

Ciri Rumah Minangkabau, Rumah GadangCiri Rumah Minangkabau, Rumah Gadang

Rumah Adat Minangkabau atau lebih dikenal dengan sebutan Rumah Gadang merupakan rumah khas milik masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, Indonesia. Rumah Gadang ini punya desain dan struktur bangunan yang unik, mencerminkan budaya dari masyarakat Minangkabau itu sendiri. Mau tahu apa saja ciri-ciri rumah Minangkabau? Berikut ini diantaranya: 

Memiliki Atap Melengkung seperti Tanduk Kerbau 

Salah satu ciri fisik yang paling menonjol dari rumah adat Minangkabau adalah bentuk atapnya yang melengkung, menyerupai tanduk Kerbau. Bentuk atap ini hanya dimiliki oleh Rumah Gadang lho, atap ini juga dikenal dengan sebutan “Genjong”. Bagian atap rumah Minangkabau biasanya juga terbuat dari bahan alami seperti ijuk atau tanaman kering lain. Bagian ujung dari atap juga memiliki bentuk yang semakin lancip. 

Dulu, masyarakat Minangkabau kerap memenangkan pertandingan adu kerbau ketika melawan raja-raja Jawa. Nilai history inilah yang menginspirasi desain atap rumah selayaknya tanduk Kerbau. Bentuk atap ini yang mirip tanduk kerbau juga jadi lambang persatuan dan kesatuan masyarakat Minangkabau, dengan simbol atap Gonjong 3 lapis yang saling bersatu. 

Baca Juga: Rumah Adat Sulawesi Tengah, Warisan Budaya yang Memukau

Bentuk Rumah Persegi Panjang Bentuk Rumah Persegi Panjang

Kalau rumah ala Jepang punya bentuk kubus atau persegi, maka Rumah Gadang ini punya bentuk persegi panjang. Ukuran rumahnya juga biasanya sangat luas dan biasanya memanjang ke belakang atau ke samping. 

Ditopang oleh Tiang-Tiang Tinggi 

Ciri-ciri rumah Minangkabau selanjutnya adalah memiliki tiang-tiang yang tinggi. Uniknya lagi, tiang ini tidak ditancapkan ke tanah melainkan berdiri diatas batu yang datar, tujuannya adalah untuk meminimalisir efek gempa. Rumah Gadang sendiri termasuk rumah panggung, jadi punya banyak pilar yang kokoh dan kuat. Umumnya, pembuatan Rumah Gadang menggunakan >5 baris pilar sebagai penopang. Pilar-pilar ini membentuk 4 buah ruangan memanjang yang disebut lanjar. Keempat lanjar tersebut ada dalam 1 rumah. 3 lanjar pertama berfungsi sebagai ruang tamu dan ruang keluarga, 1 lanjar terakhir digunakan sebagai ruang tidur. 

Terbuat dari Papan-Papan Kayu 

Selain terbuat dari atap tanaman kering (ijuk) dan tiang kayu kokoh, bagian dinding rumah Iglo juga terbuat dari susunan papan-papan kayu lho. Beberapa bagian rumah biasanya juga dihiasi oleh ukiran tradisional khusus. Lantainya juga terbuat dari papan kayu dan lebih tinggi dari tanah, biasanya beberapa meter diatas permukaan tanah. Rumah ini juga dilengkapi dengan tangga sebagai akses masuk kedalam rumah. 

Baca Juga: Rumah Adat Toraja, Keindahan dan Kekayaan Budaya

Pembagian Fungsi RuanganPembagian Fungsi Ruangan 

Ciri-ciri rumah Minangkabau selanjutnya adalah dari segi pembagian fungsi ruangannya. Bagian depan rumah biasa digunakan sebagai tempat menerima tahu dan acara adat. Bagian depan rumah ini punya ukuran yang lebih luas dibandingkan bagian-bagian lainnya. Bagian belakang biasa digunakan sebagai tempat tidur untuk anggota keluarga, ruang tidur ini terdiri dari beberapa kamar yang dibatasi oleh sekat. 

Ada juga bagian Anjungan yang berada pada bagian ujung rumah dan biasanya posisinya lebih tinggi dibandingkan bagian rumah utama lainnya. Biasanya Anjungan ini jadi tempat khusus (privasi) bagi pemilik rumah atau tempat untuk menyimpan barang-barang berharga. 

Ciri-Ciri Rumah Minangkabau, Rumah Gadang 63

Memiliki Jumlah Kamar Sesuai dengan Jumlah Penghuni Perempuan 

Ciri-ciri rumah Minangkabau atau rumah Gadang selanjutnya adalah memiliki jumlah kamar yang sama dengan jumlah perempuan dalam rumah. Kamar milik perempuan yang sudah menikah lebih tertutup dan khusus, tujuannya untuk menjaga privasi dan menghindari munculnya fitnah. Sebagai informasi tambahan, masyarakat Minangkabau sendiri memang mengusung sistem budaya matrilineal. 

Dalam sistem ini, garis keturunan dan warisan diturunkan melalui jalur perempuan. Rumah Gadang biasanya dimiliki oleh keluarga besar yang terdiri dari beberapa generasi perempuan dan anak-anaknya.

Baca Juga: Rumah Adat Sulawesi Barat, Memelihara Warisan Budaya Leluhur

Tidak Memakai Paku

Setiap konstruksi bangunan utamanya yang terbuat dari kayu pastinya membutuhkan paku atau baut khusus sebagai perekat, lain halnya dengan rumah Gadang yang sama sekali tak menggunakan paku. Sebagai gantinya, rumah ini memanfaatkan pasak untuk menyatukan berbagai komponen dalam rumah sehingga lebih kokoh dan tahan guncangan. Apalagi wilayah ini dikenal sering mengalami gempa. 

Dapurnya Terpisah Dapurnya Terpisah

Ciri-ciri rumah Minangkabau selanjutnya adalah memiliki dapur yang terpisah dari bangunan utama. Meskipun bukan berada dalam bangunan utama, bangunan ini juga terlihat megah dan nyaman. Area dapur sendiri berada di bagian halaman belakang rumah. 

Memiliki Rangkiang di Pinggiran Rumah 

Rangkiang merupakan rumah kecil yang digunakan sebagai lumbung, lokasinya ada di pinggiran rumah. Sama seperti kebanyakan lumbung lainnya, Rangkiang juga digunakan untuk menyimpan hasil pertanian dan makanan pokok. 

Baca Juga: Rumah Adat Gadang, Ikon Budaya Minangkabau

Anti Rayap 

Ciri-ciri rumah Minangkabau selanjutnya adalah rumah ini anti rayap meskipun terbuat dari material full kayu. Oleh sebab itu, rumah ini masih bisa berdiri kokoh bahkan selama puluhan tahun. Kayu yang akan digunakan dalam rumah Gadang tidak langsung digunakan, melainkan harus direndam dalam air selama beberapa tahun terlebih dahulu. Hal ini membuat rumah ini lebih tahan rayap karena rayap tidak suka menggigiti kayu yang sudah direndam lama. 

Memiliki Banyak Ukiran Memiliki Banyak Ukiran

Ciri-ciri rumah Minangkabau terakhir adalah mempunyai banyak ukiran dinding. Bagian depan dinding rumah Gadang biasanya terbuat dari papan, sementara bagian belakangnya dari bambu. Dinding papan ini dipasang secara vertikal dan dihiasi oleh banyak ukiran khusus. Penempatan motif ukiran tergantung pada letak dan susunan papan dalam dinding rumah. Bentuk ukirannya biasanya berupa garis melingkar ataupun persegi. 

Motif yang biasa dipakai adalah tumbuhan rambat, akar dan daun, bunga, cabang ranting yang berlekuk sampai buah, ada juga motif geometri. Motif ini bisa diukir sendiri-sendiri atau berjejeran. 

Baca Juga: Rumah Adat Jawa, Keindahan dan Kekayaan Budaya

Itulah beberapa ciri-ciri rumah Minangkabau atau Rumah Gadang yang harus kamu ketahui. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, tempat kumpul keluarga, dan untuk acara adat dan budaya, rumah ini juga berfungsi sebagai simbol status pemiliknya lho! Rumah Gadang mampu menunjukkan tinggi rendahnya status sosial keluarga yang memilikinya. Makin mewah dan besar maka makin tinggi statusnya, dan begitu juga sebaliknya. 

Sekian pembahasan kali ini, semoga informasi diatas bermanfaat ya! Jangan lewatkan artikel informatif lainnya dari Brighton hanya di Brighton News! Jika ingin mendaftar menjadi agen properti dan mencari agen yang berkualitas, klik Registrasi Agen dan dapatkan manfaatnya!

 

Topik

ListTagArticleByNews