8 Tips Memilih Rumah di Daerah Pedesaan
Penulis: Editor Brighton
Tips memilih rumah di daerah pedesaan, simak disini!
Mau tinggal di kawasan pemukiman yang masih asri, tenang, sejuk, jauh dari hiruk pikuk perkotaan yang sibuk, minim polusi, lingkungan sosial yang masih solid dan terjaga, dan harganya masih murah? Membeli rumah di pedesaan bisa jadi pilihan yang tepat lho! Meskipun memiliki beragam kelebihan, namun ada sejumlah kekurangan yang perlu kamu pertimbangkan sebelum membeli rumah di pedesaan.
Masalah yang sering dihadapi masyarakat yang tinggal di desa kebanyakan adalah seputar sarana dan prasarana serta lokasinya yang jauh dari pusat kota. Agar tidak kecewa, yuk simak tips memilih rumah di daerah pedesaan berikut ini terlebih dahulu!
Baca Juga: Tips Dalam Memilih Rumah yang Sesuai
#1. Harus Punya Akses Mudah ke Pusat Kota
Pusat kota merupakan kawasan yang ramai dan penuh dengan beragam fasilitas publik dan gedung-gedung pemerintahan penting. Setidaknya, kamu harus pergi ke pusat kota beberapa kali untuk mengurus berbagai hal. Mulai dari berbelanja kebutuhan bulanan, shopping bersama teman, mencari hiburan (menonton bioskop, dsb), mengurus administrasi di kantor pemerintahan, dan sejenisnya.
Pusat pendidikan, pusat industri, pusat bisnis dan perkantoran, pusat kesehatan, wisata modern, dan sarana transportasi (bandara, stasiun, terminal, dsb) kebanyakan juga berada di tengah kota. Dengan begitu, saat memilih rumah di pedesaan kamu harus benar-benar mempertimbangkan jarak dan aksesnya ke kota terdekat. Tujuannya adalah untuk mempermudahmu mengakses berbagai fasilitas penting yang hanya bisa ditemukan di kota.
Jangan sampai lokasi rumahmu ternyata berjarak terlalu jauh dari kota dan memakan waktu tempuh sampai berjam-jam lamanya, apalagi jika kondisi jalannya masih buruk dan transportasi umum kurang memadai.
#2. Pertimbangkan Koneksi Internet dan Pengaruhnya Terhadap Aktivitas Sehari-Hari
Rata-rata kecepatan internet di kawasan pedesaan jauh lebih lebih rendah dibandingkan kawasan perkotaan. Di era digital seperti saat ini yang sebagian besar aktivitas masyarakat memanfaatkan internet, maka hal ini harus jadi pertimbangan yang penting. Apalagi jika kamu bekerja di bidang digital (WFA/WFH) seperti menjadi seorang digital marketer, influencer, copywriter, dsb.
Jangan memilih lokasi yang tidak memungkinkanmu untuk menjalankan aktivitas digital sebagaimana mestinya, apalagi jika kamu masih mengandalkannya sebagai mata pencaharian utama. Pertimbangkan juga ke ketersediaan jaringan wifi, telepon, jaringan air, dsb.
#3. Jaraknya Dekat dengan Fasilitas Umum Penting
Fasilitas umum penting disini adalah tempat yang kamu kunjungi sehari-hari, misalnya: tempat ibadah, pasar tradisional/pasar umum, warung kelontong/minimarket, konter pulsa, sekolah anak-anak, dan juga tempat kerja. Rumah yang terlalu terpencil pada akhirnya akan membuatmu kesulitan saat akan mencari bahan-bahan kebutuhan sehari-hari dan melakukan aktivitas keseharian.
Baca Juga: 5 Tips Dalam Memilih Rumah Yang Hendak Anda Beli
#4. Punya Akses Jalan yang Memadai
Tips memilih rumah di daerah pedesaan keempat adalah dengan mempertimbangkan akses jalannya, pasalnya tidak semua wilayah pedesaan punya infrastruktur jalan yang baik. Beberapa diantaranya masih berupa tanah yang belum di beton atau aspal, di musim penghujan jalanan akan sangat sulit untuk dilewati oleh kendaraan.
Akan lebih baik jika kamu memilih rumah pedesaan dengan akses jalan masuk yang sudah di cor atau di aspal, dan lokasinya tak terlalu jauh dari jalan utama (jalan kabupaten, antar kota, atau antar provinsi). Pastikan row jalannya juga cukup lebar, memungkinkan kendaraan roda 4 untuk memasukinya. Selain itu, kondisi jalan juga memiliki pengaruh besar. Pilihlah rumah dengan kondisi jalanan yang lurus/datar dan tak terlalu berkelok atau banyak tanjakan/turunan tajamnya. Tujuannya agar kamu bisa berkendara dengan lebih aman dan nyaman.
#5. Legalitas Harus Jelas
Tips memilih rumah di daerah pedesaan kelima adalah dari segi legalitasnya, senyaman dan seprospektif apapun rumah tersebut semuanya akan percuma jika legalitasnya masih bermasalah. Legalitas rumah yang dibuktikan dengan Sertifikat Hak Milik merupakan bukti sah dan diakui negara yang menyatakan siapa pemilik tanah tersebut. Tanpa bukti ini, pengakuan atas kepemilikan tanah masih diragukan.
Beberapa rumah di kawasan pedesaan masih ada yang belum terdaftar SHM, jadi legalitasnya berupa girik, petok D, atau surat-surat lainnya yang belum dikonversi menjadi SHM. Membeli rumah dengan status tanah belum SHM sangat tidak disarankan karena punya resiko tinggi, sekalipun harganya murah sekali.
Baca Juga: Tips Membeli Rumah Agar Tak Salah Pilih
#6. Harganya Harus Sesuai
Harga yang sesuai bukan berarti harus murah ya, melainkan sebanding dengan apa yang kamu peroleh. Misalnya nih, kalau kamu beli rumah pedesaan yang punya konsep tradisional mewah dengan pendopo joglo pastinya harganya tetap akan tinggi, sebanding dengan kualitas bangunan. Tapi, untuk rumah minimalis alias sederhana dengan fasilitas apa adanya, harganya pasti lebih rendah. Cek spesifikasi bangunan dan lokasi tanah untuk menentukan apakah rumah tersebut sudah dijual dengan harga yang wajar atau masih terlalu overprice.
Kelebihan membeli rumah di desa adalah harganya yang lebih rendah dibandingkan harga rumah di kota. Dengan budget Rp 200 jutaan, kamu bisa dapat rumah siap huni dengan ukuran lahan yang lebih luas di pedesaan. Sementara di kawasan perkotaan, dengan range harga diatas pilihanmu sangat terbatas atau bahkan mungkin tidak ada.
#7. Pastikan Rumah Tersebut Berada di Dekat Kawasan Pemukiman, Aman, dan Nyaman Dihuni
Jika memilih rumah pedesaan yang dijual perseorangan, pastikan rumah tersebut ada di dekat kawasan pemukiman atau jaraknya tidak terlalu jauh dari tetangga. Rumah yang lokasinya terlalu terpencil biasanya lebih rawan maling karena sepi dan tidak banyak dilalui orang. Pastikan juga kondisi lingkungan pedesaan tersebut aman dan nyaman.
Jangan memilih rumah yang dekat dengan perkebunan dengan banyak pohon besar yang beresiko tumbang, area peternakan, dekat makan, dekat sungai, dan sejenisnya.
#8. Kondisi Bangunan Masih Bagus
Tips memilih rumah di daerah pedesaan ini utamanya berlaku untuk rumah second ya. Untuk rumah yang sudah dihuni selama puluhan tahun, pasti kondisi bangunannya sudah mengalami penurunan. Cek apakah rumah tersebut masih dalam kondisi bagus atau tidak, terawat atau tidak, dsb. Jangan sampai ada retakan besar di tembok karena kamu nantinya harus melakukan renovasi besar-besaran, atau bahkan pembangunan ulang.
Cek kondisi kusen apakah kayunya sudah lapuk atau masih bagus, cek genteng apakah ada yang bocor atau tidak, cek kondisi lantainya, cek tampilan kasat mata secara keseluruhan. Cek juga ruangan-ruangan yang ada didalamnya, pastikan sudah ada kamar, dapur, kamar mandi, ruang tamu, dsb sesuai kebutuhan. Cek juga instalasi listrik dan ketersediaan air (sumur/PDAM/resapan/sumber air bersama di desa/dsb).
Baca Juga: Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah
Cek juga beragam artikel lainnya dari Brighton di Brighton News! Jika ingin mendaftar menjadi agen properti dan mencari agen yang berkualitas, klik Registrasi Agen dan dapatkan manfaatnya!
Topik
Lihat Kategori Artikel Lainnya