
Tukang Borongan: Perbedaannya dengan Tukang Harian dan Tips Memilihnya
Penulis: Nurin
Apa perbedaan antara tukang harian dan borongan? Tukang harian dibayar berdasarkan jumlah hari kerjanya, sementara tukang borongan dibayar per proyek berdasarkan harga yang sudah ditetapkan di awal. Jadi, misalkan pengerjaannya molor kamu tak perlu menambah biaya tukangnya karena harganya sudah ditetapkan di awal. Lalu, antara tukang harian dan borongan, manakah yang paling sesuai untukmu? Supaya tidak salah pilih, yuk simak beberapa perbedaan mendasar antara tukang harian vs borongan dibawah ini!
Baca Juga: Ini Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah yang Benar
Perbedaan antara Tukang Harian vs Tukang Borongan
Beberapa perbedaan antara keduanya ini bisa kamu jadikan sebagai salah satu patokan, apakah ingin memilih tukang harian atau borongan nantinya. Berikut ini penjelasannya beserta dengan tips memilihnya sesuai kebutuhan:
1. Dari Segi Tanggung Jawab
Tukang harian biasanya dipilih berdasarkan skill atau kemampuan khusus yang mereka miliki. Apakah tukang kayu, tukang batu, atau laden (pembantu tukang). Masing-masing posisi ini punya tarif harga yang berbeda-beda. Dari segi tanggung jawab, tukang harian bertanggung jawab atas pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya atas perintah si pemilik pekerjaan.
Tugas tukang harian terbatas pada penyelesaian pekerjaan, tidak termasuk mencari dan membeli material, dsb. Sementara itu, tanggung jawab tukang borongan biasanya lebih kompleks. Jasa borongan ini bisa berupa perusahaan kontraktor atau tukang independen yang punya anggota timnya sendiri.
Tanggung jawab tukang borongan meliputi pengelolaan proyek secara keseluruhan, mulai dari awal hingga selesai. Meliputi pembentukan tim, pembukaan lahan, pembelian material, penyusunan timeline pekerjaan, mengelola anggaran yang diberikan, sampai selesai. Biasanya pada tahap awal sebelum pekerjaan dimulai, pemborong sudah saling konsultasi dengan pemilik pekerjaan dan membuat kesepakatan di awal.
Kesepakatan ini mencakup anggaran dan waktu penyelesaian. Jika waktu pengerjaan jadi molor dan anggaran over, maka itu menjadi tanggung jawab si pemborong.
Baca Juga: Segini Biaya Cor per Meter dan 3 Jenis Cor yang Sering Digunakan
2. Dari Segi Biaya
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, upah tukang harian dibayarkan per hari kerjanya berdasarkan masing-masing tarifnya. Rata-rata tarif tukang adalah Rp 150.000 – Rp 200.000, sementara untuk pembantu tukang harganya Rp 80.000 – Rp 150.000.
Misalnya, kamu mempekerjakan 5 orang tukang untuk renovasi rumah sederhana seluas 45 m2, tarifnya Rp 150.000. Waktu pengerjaannya dari awal sampai selesai adalah 20 hari. Maka, biaya tukang hariannya adalah:
5 orang x Rp 150.000/orang x 20 hari= Rp 15.000.000,-
Untuk upah tukang borongan sendiri biayanya tidak dihitung berdasarkan harinya, namun sudah ditentukan diawal. Oh, iya sebagai informasi tambahan jenis pemborong sendiri ada 2 yakni pemborong tenaga dan lengkap. Untuk borongan tenaga, artinya hanya tenaga saja yang disediakan tanpa material. Jadi, material harus dibeli si pemilik proyek sendiri.
Namun, untuk upah tenaga borongannya biasanya ditentukan berdasarkan tarif pekerjaan per m2. Tarif ini ditentukan diawal, sebelum proyek dilaksanakan sehingga ada waktu untuk negosiasi.
Misalnya, sesuai dengan ilustrasi diatas untuk pekerjaan renovasi sederhana pada rumah seluas 45 m2, harga rata-rata tenaga borongannya adalah Rp 250.000 per m2. Maka, biaya tenaga borongannya saja adalah= Rp 250.000 per m2 x 45 m2 = Rp 11.250.000,-
Jika dilihat sekilas, harga tukang borongan lebih murah sekitar Rp 3.750.000,- Perbedaannya lagi, upah tukang harian biasanya dibayarkan di akhir atau per minggu sekali setelah pekerjaan dilakukan. Kamu sebagai pemilik rumah (yang memberikan pekerjaan) bisa membayarkan total upah per minggunya langsung pada tukang terkait atau melalui mandornya (ketuanya). Jika waktu pengerjaan molor, kamu harus mengeluarkan uang lebih banyak.
Sedangkan untuk tenaga borongan, kamu harus membayarkan seluruh biaya borongannya di awal. Jadi, Rp 11.250.000,- tersebut akan diberikan pada awal pekerjaan kepada jasa pemborongnya. Kemudian, jasa pemborongnya lah yang bertugas untuk mengatur anggaran yang sudah diberikan. Baik untuk pembayaran ke masing-masing pekerja, dsb. Sesuai dengan kesepakatan di awal, kurang atau tidaknya uang tersebut sudah jadi tanggung jawab pemborong.
Itulah dua perbedaan utama antara tukang harian dan tukang borongan yang harus kamu ketahui.
Baca Juga: Harga Borongan Bangunan Berdasarkan Jenis Pekerjaan dan Spesifikasi Bangunannya
Tips Memilih Jasa Tukang Berdasarkan Kebutuhan
Baik tukang harian dan borongan sama-sama menguntungkan, asalkan kamu memilihnya dengan tepat sesuai kebutuhan. Tidak semua pekerjaan konstruksi membutuhkan tukang harian atau borongan seluruhnya, terkadang kamu perlu memilihnya sesuai dengan kebutuhan proyek. Berikut ini hal-hal yang bisa kamu jadikan pertimbangan:
1. Besar Kecil Pekerjaan
Jika pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan skala kecil yang sederhana, misalnya hanya renovasi kamar atau renovasi rumah sederhana kamu bisa menggunakan jasa tukang harian. Sedangkan, untuk pekerjaan konstruksi skala besar misalnya membangun hunian baru, renovasi rumah total, atau pembangunan area komersial. Kamu bisa memilih jasa tukang borongan supaya pengelolaan biayanya lebih efektif dan kamu bisa mengetahui total biasanya diawali dengan 1x pembayaran (tidak diecer).
2. Timeline Pekerjaan
Jika proyek harus cepat diselesaikan, gunakan jasa borongan karena mereka bisa mengatur timeline pekerjaan dengan lebih efektif. Jasa borongan juga biasa bekerja dengan tenggat waktu (deadline). Kalau jenis pekerjaannya santai, kamu bisa menggunakan tukang harian.
Baca Juga: Harga Kitchen Set per Komponen dan Harga Borongan per Meternya
3. Hasil Akhir (Kualitas Pekerjaan)
Berdasarkan kualitas pekerjaannya, untuk hasil yang lebih bagus dan mendetail kamu disarankan untuk menggunakan jasa tukang harian. Untuk tukang harian yang waktunya lebih fleksibel, hasilnya biasanya akan lebih sesuai ekspektasi, terutama jika kamu mengedepankan kerapian dan nilai estetika. Sebagai rekomendasi pilihlah tukang yang ahli dan berpengalaman dalam bidangnya agar hasilnya makin bagus.
Contoh pekerjaannya adalah: pembuatan taman dan kolam estetik dalam rumah, pengerjaan elemen dekoratif pada eksterior rumah, pemasangan batu alam pada dinding, dan sejenisnya.
Kalau tipe pekerjaannya adalah pekerjaan custom misalnya bangun pagar tembok biasa atau bangun rumah dengan spek standar yang tak butuh keahlian khusus. Maka, gunakan jasa borongan supaya biayanya lebih efektif.
4. Kesibukan dan Aktivitasmu Sendiri
Kalau kebetulan kamu (sebagai pemberi proyek) punya banyak waktu luang untuk mengawasi dan memantau pekerjaan serta ingin membeli material sendiri, kamu bisa menggunakan jasa tukang harian. Tapi, jika kamu sibuk dan ingin yang lebih praktis (tinggal terima jadi), maka gunakanlah tukang borongan. Agar hasilnya sesuai keinginan, pilihlah jasa pemborong yang handal dan amanah ya!
Baca Juga: Harga Kanopi Baja Ringan Per Meter dan Rincian Biaya Pasangnya
Sekian pembahasan kali ini, semoga informasi diatas bermanfaat ya! Jangan lupa baca artikel menarik lainnya dari Brighton hanya di Brighton News!
Lihat Artikel Terbaru Lainnya

9 Oct 2026
18 Inspirasi Gambar Dapur Minimalis Modern Terbaru 2026

9 Oct 2026
Metland Transyogi Cileungsi: Kota Mandiri Lengkap dengan Mal di Dalamnya

8 Oct 2026
Rumah Subsidi: Pengertian, Jenis, Syaratnya Terbaru 2026

8 Oct 2026
CitraLand Gama City Medan: Wajah Baru Kota Mandiri Prestisius dan Magnet Investasi Properti di Deli Serdang

7 Oct 2026
Rumah KPR Adalah: Pengertian, Jenis, dan Syaratnya
Rekomendasi Properti

GUDANG BARU SIAP PAKAI DI MMTC LOGISTIC 2
Rp 300 JT
Gudang
TANAH DENGAN RUMAH HALAMAN LUAS
Rp 4 M
Rumah
RUMAH SIAP HUNI DI CIOMAS PERMAI BOGOR
Rp 300 JT
Rumah
GUDANG TRANSMART SIDOARJO
Rp 10 M
Gudang
PULOMAS | 4 LANTAI | ±450 M² | ROOFTOP CITY VIEW
Rp 5,75 M
Rumah




